Daftar IUMK Online Mudah Loh, Begini Caranya [Update 2021]

Ternyata Mudah, Begini Cara Urus IUMK

Cara Daftar IUMK Online ternyata mudah loh teman-teman. Pengajuan IUMK Online hanya butuh sekitar 5 menit!

IUMK adalah surat keterangan bahwa Anda merupakan UMKM binaan resmi dari Suku Dinas UMKM di Kota tempat UMKM berjalan.

Baca Juga : Siapa Pencipta, Beda dengan Pemegang Hak Cipta

Mungkin anda bertanya:

  • Apa saja manfaat yang saya dapatkan?
  • Bagaimana cara membuat atau daftar IUMK online? Apa bisa?

Dapatkan selengkapnya dengan membaca artikel di bawah ini! Baca selengkapnya

E-Book Panduan Hak Cipta Terlengkap Se-Internet Terbaru Di Sini

Daftar Hak Cipta Online

Memang Penting Untuk Saya Daftar Hak Cipta ya?”

 

Hak cipta merupakan salah satu dari Hak Kekayaan Intelektual selain dari Merek Dagang, Hak Paten, dan Hak Desain Industri.

Peraturan negara kita yang mengatur mengenai Hak Cipta adalah Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

Fungsi perlindungan negara adalah sebagai berikut:

  • Memberikan perlindungan hukum terhadap karya Anda

Apabila ada orang lain yang mengakui karya yang Anda buat sebagai karya miliknya maka Anda dapat melakukan tuntutan secara hukum dan meminta ganti rugi.

  • Memberikan manfaat finansial bagi Anda selaku pemegang Hak Cipta

Anda dapat memproduksi dan mengkomersialisasikan hasil karya Anda dengan tenang.

  • Memberikan penghargaan kepada Anda selaku pencipta dari karya tersebut

Ide Anda merupakan suatu hal yang sangat berharga yang harus dilindungi. Itulah mengapa Negara membuat mendukung Anda untuk mendaftarkan karya Anda untuk mendapatkan hak cipta

Baca Juga : Tips Fotografi Produk Minuman {Terlengkap}

“Apa Saja yang Dapat Saya Daftarkan?”

 

Apa saja yang bisa didaftarkan sebagai Hak Cipta

Berikut ini adalah jenis-jenis karya yang dapat dilindungi, perhatikan baik-baik apakah karya Anda termasuk ada di dalamnya:

  • buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;
  • ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;
  • alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
  • lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks;
  • drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
  • karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;
  • karya seni terapan;
  • karya arsitektur;
  • peta;
  • karya seni batik atau seni motif lain;
  • karya fotografi;
  • Potret;
  • karya sinematografi;
  • terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;
  • terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
  • kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya;
  • kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli;
  • permainan video;
  • Program Komputer.

Baca Juga : Tips Fotografi Produk Makanan Untuk Bisnis Kuliner

“Kemana Saya Mendaftar?”

 

Ada 3 cara untuk pendaftaran nya:

  • Kantor Dirjen KI di Ibu Kota setiap Provinsi

Pendaftaran dilakukan di Kantor Kementrian Hukum dan HAM di bagian Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Ibu Kota setiap provinsi.

Jika kamu tinggal di Jawa Timur, maka kamu dapat mengurusnya ke Kantor Dirjen KI yang berlokasi di Surabaya.

  • Daftar Secara Online

Anda dapat dengan mudah melakukan pendaftaran Hak Cipta melalui portal online yang telah disediakan oleh Dirjen KI.

Berikut link portal pendaftaran resmi secara online:
https://e-hakcipta.dgip.go.id/

Untuk panduan selengkapnya, baca terus artikel ini ya!

Jika Anda memiliki kesibukan yang tinggi, maka Anda dapat menggunakan Jasa Daftar Hak Cipta yang juga dapat dilakukan secara online via e-mail atau Whatsapp.

Dengan menggunakan jasa pendaftaran, Anda dapat fokus untuk terus berkarya. Semua proses dari pra pendaftaran sampai terbitnya sertifikat akan ditangani oleh Jasa Pendaftaran hak Cipta.

“Bagaimana Cara Saya Daftar Hak Cipta secara Online?”

 

hak cipta daftar online

 

Agar lebih mudah dipahami, secara garis besar terdapat 5 tahapan dalam pendaftaran hak cipta yaitu sebagai berikut:

  1. Registrasi Akun
  2. Pengajuan Pencatatan
  3. Pembayaran Biaya
  4. Pemantauan Pasca Pengajuan
  5. Cetak Sertifikat

Panduan selengkapnya langsung saja baca di sini:

Tutorial Daftar Hak Cipta

Download > E-Book : Tutorial Daftar Hak Cipta Online Terlengkap se-Internet!

Mudah! 5 Prosedur Pendaftaran Hak Paten, Baca Di Sini Sekarang

Cara Daftar Hak Paten Lengkap Step By Step

Pendaftaran Hak Paten, Emangnya Penting?

 

Pendaftaran Hak Paten

Pendaftaran Hak Paten merupakan hal yang penting jika Anda seorang penggiat teknologi, biasa menemukan invensi/penemuan. Apalagi mengingat dunia teknologi merupakan dunia yang mengalami perkembangan sangat cepat.

Hak Paten merupakan satu dari Kekayaan Intelektual yang dilindungi negara selain Merek Dagang, Hak Cipta, dan Desain Industri.

Apabila Anda tidak segera daftar hak paten, jangan menyesal jika suatu saat justru Anda dapat dituntut orang yang memproduksi ulang temuan Anda namun lebih dahulu daftar hak paten atas temuan yang sama daripada Anda.

Baca Juga : Tips Fotografi Produk Makanan Untuk Bisnis Kuliner

Contoh Hak Paten

 

Cara Mendaftarkan Hak Paten: Apa saja yang bisa didaftarkan?

Baca juga:Begini Cara Daftar Merek Dagang Untuk UMKM

Berdasarkan UU Paten, terdapat 3 syarat sesuatu penemuan dapat didaftarkan untuk mendapatkan hak paten yaitu:

  • Sesuatu yang baru
    Penemuan Anda belum pernah dipublikasi oleh media baik dalam maupun luar negeri.
  • Mengandung langkah inventif
    Bersifat inventif contohnya dengan
  • Dapat diterapkan dalam dunia industri

Contoh hak paten:

1. Contoh Hak Paten: Slide to Unlock Milik Apple

contoh hak paten slide to unlock

Hampir semua di antara kita sekarang menggunakan fitur slide to unlock pada Smartphone kita.

Ternyata teknologi itu pertama kali ditemukan oleh Apple dan mereka merupakan pemegang paten teknologi tersebut.

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Goole Sendiri

2. Hak Paten Atas Auronautika oleh J Habibie

contoh hak paten aeronautika habibie

Aeronautika adalah ilmu dalam pengkajian, perancangan, dan pembuatan mesin-mesin berkemampuan terbang, atau teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang dan roket di atmosfer.

Dan rakyat Indonesia perlu bangga karena teknologi tersebut ditemukan dan hak patennya dipegang oleh Presiden RI ke-3 yaitu BJ Habibie

3. Hak Paten Atas Cakar Ayam oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo
Dalam membangun rumah atau gedung diperlukan pondasi yang kuat. Diantara model pondasi yang terkenal kokoh adalah pondasi cakar ayam yang ditemukan dan dipegang hak patennya oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo

4. Hak Paten Atas Alat Pemindai (ECVT) Oleh Warsito

Salah satu teknologi yang digunakan dalam dunia kesehatan adalah Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). ECVT adalah alat pemindai tubuh yang dapat mendeteksi sekujur bagian tubuh mulai dari otak hingga bagian dalam tubuh. Teknologi ini ditemukan dan dipegang hak patennya oleh ilmuwan Indonesia bernama Warsito.

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Instagram Ini Dia Caranya

5. Hak Paten Atas Destination Biased Pada Apple

contoh hak paten destination based apple

Apple juga memiliki paten destination based. Dengan teknologi itu pengguna dapat menentukan langkah navigasi dalam bepergian secara lebih detail.

Pada perusahan apple mematenkan destination biased yang ada pada aplikasi apple maps. Untuk mengetahui cara kerjanya kurang lebih sama seperti Google Maps, yaitu pengguna akan mendapatkan arahan navigasi pada saat menjalankan aplikasi tersebut. Akan tetapi, ini masih kalah popularitasnya dengan Google Maps milik Google.

Baca Juga : Tips Fotografi Produk Minuman {Terlengkap}

Cek Hak Paten

 

Untuk apa Cek Hak Paten?

Nah fungsi melakukan cek hak paten adalah agar kita mengetahui apakah penemuan yang kita ingin daftarkan sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh orang lain atau belum.

Bagaimana caranya?

Gampang banget, tinggal masuk ke: https://pdki-indonesia.dgip.go.id/

website untuk cek hak paten

  • Pilih Paten pada kolom filter
  • Ketikkan kata kunci jenis paten yang ingin Anda cari

 

Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Paten?

 

Prosedur Pendaftaran Hak Paten

Sebagian rekan kami bertanya, “Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Paten?”

Cara Mendaftarkan Hak Paten sebenarnya sangat jelas kok teman-teman. Semuanya sudah diatur oleh prosedur yang ada.

Prosedur Pendaftaran Hak Paten memerlukan beberapa tahap. Agar lebih mudah dipahami, secara garis besar prosedur pendaftaran hak paten adalah sebagai berikut :

1. Pengisian Formulir Pendaftaran Hak Paten & Melampirkan Dokumen yang Diperlukan Untuk Pendaftaran Hak Paten
2. Cek Formalitas
3. Publikasi
4. Permohonan Pemeriksaan Substantif
5. Hak Paten Resmi Terdaftar

Baca Juga : 4 Cara Bikin Social Proof Biar Usaha Laris Manis

1. Mengisi Formulir Pendaftaran Hak Paten

Detail Formulir Pendaftaran Hak Paten adalah sebagai berikut:

1. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
2. Pemohon wajib melampirkan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran hak paten:
a. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa;
b. surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu;
c. deskripsi, klaim, abstrak: masing-masing rangkap 3 (tiga);
d. gambar, apabila ada : rangkap 3 (tiga);
e. bukti prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat), apabila diajukan dengan hak prioritas.
f. terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris : rangkap 2 (dua);
g. bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp. 1.250.000,- (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah); dan
h. bukti pembayaran biaya permohonan Paten Sederhana sebesar Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) dan untuk pemeriksaan substantif Paten Sederhana sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah);
i. tambahan biaya setiap klaim, apabila lebih dari 10 klaim:Rp. 40.000,- per klaim.
3. Penulisan deskripsi, klaim, abstrak dan gambar sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf c dan huruf d ditentukan sebagai berikut:
a. setiap lembar kertas hanya salah satu mukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan dan gambar;
b. deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau yang sejenis yang terpisah dengan ukuran A-4 (29,7 x 21 cm ) dengan berat minimum 80 gram dengan batas sebagai berikut:
– dari pinggir atas : 2 cm
– dari pinggir bawah : 2 cm
– dari pinggir kiri : 2,5 cm
– dari pinggir kanan : 2 cm
c. kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar);
d. setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab pada bagian tengah atas dan tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (1);
e. pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal) nomor dan ditempatkan di sebelah kiri uraian atau klaim serta tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (3);
f. pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm;
g. tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat ditulis dengan tangan atau dilukis;
h. gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak mengkilap dengan batas sebagai berikut:
– dari pinggir atas : 2,5 cm
– dari pinggir bawah : 1 cm
– dari pinggir kiri : 2,5 cm
– dari pinggir kanan : 1 cm
i. seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek, terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan;
j. setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten satu sama lain.
4 Pemohon datang ke Kantor Dirjen KI untuk menyerahkan berkas dan membayar biaya pendaftaran Hak Paten
a Biaya Pendaftaran Hak Paten untuk UMKM, Lembaga Penelitian, Litbang Pemerintah : Rp450.000,00

Melampirkan legalitas instansi, bagi UMKM dengan melampirkan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK)

b Biaya Pendaftaran Hak Paten untuk Non UMKM: Rp750.000,00

Baca juga: Daftar IUMK Online Mudah Banget, Lihat Caranya Di Sini

2. Cek Formalitas

Selanjutnya cara membuat hak paten adalah pengecekan dokumen permohonan yang Anda ajukan telah lengkap sesuai ketentuan Dirjen Kekayaan Intelektual

3. Publikasi

Tahapan cara membuat hak paten yang selanjutnya adalah menunggu publikasi dari Dirjen Kekayaan Intelektual
Publikasi tersebut berisi:

– Pengumuman paten yang lolos cek formalitas
– Diumumkan 18 bulan sejak tanggal penerimaan
– Setiap orang dapat melakukan banding secara tertulis terhadap paten yang telah diumumkan -banding disertai dengan alasan diajukan kepada menteri-
-Banding tersebut akan menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan substantif

Baca juga: Hak Ekonomi di Hak Cipta, Itu Apa Sih ?

4. Permohonan Pemeriksaan Substantif

Setelah masa publikasi berakhir, selanjutnya Anda perlu mengajukan permohonan pemeriksaan substantif diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dengan melampirkan bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Nah itu dia cara mengurus hak paten. Mudah kan?

5. Permohonan Paten Diterima dan Resmi Terdaftar

Setelah berbagai cara mengurus hak paten tersebut telah Anda lakukan berarti semua proses telah selesai. Maka akan terbit sertifikat hak paten sebagai bukti penemuan Anda resmi terdaftar di Dirjen Kekayaan Intelektual dan mendapatkan perlindungan dari negara. Selamat!

Baca Juga : Cara Mengecek Merek di HKI Gratis & Mudah | Terbaru 2021

Daftar Hak Paten itu Dimana ya?

 

Daftar Hak Paten dapat dilakukan dengan 2 cara:

  1. Daftar Hak Paten langsung ke kantor Dirjen Kekayaan Intelektual

    Daftar hak paten bisa dilakukan langsung ke kantor Dirjen Kekayaan Intelektual di setiap provinsi.

    Lihat alamat kantor DJKI setiap wilayah di sini:
    https://www.dgip.go.id/kantor-wilayah

  2. Daftar Hak Paten secara Online

Cara daftar hak paten online mudah sekali, begini caranya:

1. Membuat akun di paten.dgip.go.id

buat akun daftar hak paten online

2. Setelah selesai membuat akun, login, lalu pilih buat permohonan baru

buat permohonan paten baru secara online
3. Lengkapi semua data yang dibutuhkan

isi semua data permohonan paten online yang dibutuhkan

  • Data awal seperti jenis paten, data inventor (penemu)
  • Deskripsi permohonan paten dalam bahasa Indonesia
  • Klaim
  • Abstrak
  • Gambar invensi (PDF) dan gambar untuk publikasi (JPG)
  • Surat pernyataan kepemilikan invensi oleh investor
  • Surat pengalihan hak (bila inventor dan pemohon berbeda atau bila pemohon adalah badan hukum)
  • Surat kuasa (jika melakukan pengajuan melalui konsultan)
  • Surat keterangan UMK (jika pemohon adalah usaha mikro)
  • SK akta pendirian (jika pemohon adalah lembaga pendidikan atau litbang pemerintah)

5. Memproses pembayaran dengan klik pemesanan kode biling paten
6. Lakukan pembayaran dengan klik pemesanan kode biling subtantif
7. Tada! Permohonan Anda akan diproses oleh Dirjen Kekayaan Intelektual

Berapa Lama Proses Pendaftaran Hak Paten dan Masa Berlaku Perlindungannya?

 

Lama Pendaftaran Hak Paten
Proses Pendaftaran Hak Paten membutuhkan waktu biasa nya 3-6 tahun.

Sedangkan perlindungan nya berlaku selama 20 tahun

Ilustrasinya sebagai berikut:

  • Pengajuan : 1 Desember 2018
  • Publikasi : 1 Juni 2019 (Paling cepat) s/d 1 Desember 2020
    Jika pemohon langsung mengajukan pemeriksaan substantif di hari yang sama, maka
  • Paten terdaftar : 1 Desember 2023 (Paling lambat)
    (Sertifikat Terbit)
  • Masa Perlindungan : 1 Desember 2038 (20 tahun sejak tanggal pengajuan)

Beberapa ketentuan terkait perlindungan paten:

Setelah melakukan pengajuan paten -walaupun sertifikat belum terbit-, pemohon dapat memproduksi penemuannya sambil mengumumkan kepada khalayak umum bahwa pemohon sedang dalam proses pendaftaran paten. Hal ini biasa disebut dengan istilah pending patent.

Apabila ada pihak yang meniru penemuan dan memproduksi nya, pemohon tidak dapat mengajukan tuntutan sebelum sertifikat paten terbit. Setelah sertifikat terbit, barulah pemohon telah resmi menjadi pemilik paten dan dapat menuntut ganti rugi kepada pihak yang meniru penemuan.

Contoh : Jika ada pihak lain meniru penemuan dan memproduksi nya sejak 1 Januari 2020, pemilik paten dapat menuntut ganti rugi ke pengadilan setelah mendapatkan paten yaitu pada 1 Desember 2023. Namun jangan khawatir, dalam tuntutan tersebut pemilik paten dapat menuntut ganti rugi sejak penemuannya ditiru terhitung dari 1 Januari 2020.

Baca Juga: Bingung Memulai Bisnis Online? Lihat Tutorial Lengkapnya Di Sini

Biaya Hak Paten

 

Biaya pendaftaran hak paten

Terdapat beberapa jenis biaya dalam pengurusan Hak Paten yaitu:

 

Biaya Pengurusan Hak Paten

 

Dapatkan rangkuman mengenai uraian tentang Paten di atas dalam infografis di bawah ini:

Infografis Hak Paten

Download PDF: Infografis Serba-Serbi Hak Paten

Alternatif: Menggunakan Jasa Pendaftaran Hak Paten

Jasa Daftar Merek UMKM Murah

Rumah Paten hadir sebagai Jasa Daftar Paten Murah.
Ditangani langsung oleh Konsultan HKI Terdaftar yang berpengalaman mendaftarkan lebih dari 350 kekayaan intelektual.

Dapatkan konsultasi gratis mengenai hak paten atau daftar hak paten via online sekarang juga!

Keunggulan menggunakan Jasa Daftar Hak Paten

  • Efisiensi waktu dan tenaga, sehingga Anda dapat fokus untuk terus berkarya.
    Pendaftaran cukup dilakukan secara online via Whatsapp atau Website.
  • Anda akan mendapatkan saran secara keseluruhan dalam proses pendaftaran Hak Paten
  • Anda akan mendapatkan advokasi atau bantuan hukum apabila suatu saat Hak Paten Anda mengalami permasalahan hukum seperti diakui oleh orang lain.

Baca juga: Profil Konsultan HKI Terdaftar – Adnan Hardie


Sekian artikel mengenai Cara Daftar Hak Paten. Apabila Anda mempunyai pertanyaan mengenai Cara Daftar Hak Paten dan yang berkaitan dengannya, Anda dapat mengajukan nya pada kolom komentar di bawah ini yang akan dijawab oleh konsultan HKI terdaftar.

Apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan klik tombol share di bawah ini.

Terimakasih.

✔ Daftar Merek Dagang UMKM Gini Caranya [Dijamin Terupdate]

Cara Daftar Merek

Daftar Merek Dagang, Emangnya Penting?

Merek Dagang merupakan salah satu dari Hak Kekayaan Intelektual selain dari Hak Cipta, Hak Paten, dan Hak Desain Industri.

Pendaftaran merek dagang merupakan hal yang penting karena:

1. Merek dagang melipatgandakan keuntungan

2. Mencegah kerugian akibat penyalahgunaan merek

 

Kenapa Harus Mendaftarkan Merek Dagang

Baca Juga: Bingung Memulai Bisnis Online? Lihat Tutorial Lengkapnya Di Sini

Apa yang Bisa Didaftarkan Sebagai Merek Dagang?

Berdasarkan UU Merek, terdapat beberapa unsur yang dapat didaftarkan sebagai merek dagang yaitu:

  • Gambar

Unsur Merek Dagang - Gambar

Merek Dagang Cap Kaki Tiga

  • Kombinasi Warna

Unsur Merek Dagang - Kombinasi Warna - Logo Pertamina

Logo Pertamina

  • Angka

Merek Dagang Seven Eleven - Unsur Merek Dagang Angka

Logo Seven Eleven

  • Huruf

Merek Dagang MCDonald's - Unsur Merek Dagang Huruf

Logo McDonald’s

  • Kata

Merek Dagang Panasonic - Unsur Merek Dagang Kata

Logo Panasonic

  • Nama

Merek Dagang Calvin Klein - Unsur Merek Dagang Nama

Logo Calvin Klein

Baca Juga: CARA PASANG IKLAN DI GOOGLE SENDIRI

  • Kombinasi dari minimal dua sampai seluruh unsur di atas

Kapan Suatu Merek Tidak Dapat Didaftarkan?

Menurut pasal 20 – 21 dalam UU Merek, ada beberapa kondisi dimana suatu Merek tidak dapat didaftarkan dan mendapatkan perlindungan hukum dari Dirjen KI yaitu:

  • Bertentangan dengan Agama dan Moral

Pada tahun 2009, ada sebuah klub malam bernama Buddha Bar yang akhirnya berganti nama dan kini telah tutup tidak beroperasi.

Kasus Buddha Bar saat itu sempat hangat diberitakan di media nasional seperti Republika, BBC Indonesia, Tempo, dan Detik.

Nama Buddha Bar dianggap oleh pendemonstran dari Umat Buddha sebagai pelecehan dari simbol agama Buddha.

  • Memiliki kesamaan pada seluruh atau pada unsur pokok dari Merek Dagang yang telah terdaftar

Tahukah Anda bahwa pernah terjadi beberapa kasus penyalahgunaan Merek di Indonesia.

Di antaranya kasus Nutri Sari yang menggugat merek Nusa Sari, dan kasus Hugo Boss yang menuntut Zego Boss.

  • Sesuatu yang sudah menjadi simbol Umum

Pengajuan Merek Anda akan ditolak jika menggunakan simbol yang sudah umum baik kata ataupun gambar.

Contoh nya jika Anda mendaftarkan Merek Dagang bernama “Rumah Makan” dengan logo bergambar Sendok dan Garpu.

Baca Juga : Cara Mengecek Merek di HKI Gratis & Mudah | Terbaru 2021

Dimana Berlaku Perlindungan Hukum atas Suatu Merek Dagang yang Terdaftar?

Asas Teritorial

Dalam perlindungan Merek Dagang, berlaku asas teritori yaitu perlindungan berlaku di negara tempat didaftarkan yaitu di Indonesia.

Berapa lama berlaku perlindungan Merek Dagang?

Waktu Perlindungan Merek Dagang

  • Perlindungan Merek Berlaku 10 Tahun Sejak Tanggal Pengajuan

Misalnya:

Tanggal Pengajuan :
1 November 2018

Masa Perlindungan Sampai:
1 November 2028

  • Dapat Diperpanjang

Jika perlindungan berakhir 1 November 2028,

Maka Waktu Pengurusan Perpanjangan adalah 6 bulan sebelum sampai sesudah berakhir dari tanggalperlindungan:
1 Mei 2028 – 1 Mei 2029

Setelah itu perlindungan berlaku sampai 10 tahun ke depan nya.

Maka dari itu dari berbagai alasan di atas, kami sangat menyarankan Anda untuk mendaftarkan Merek Dagang anda ke Dirjen Kekayaan Intelektual.

Baca Juga: CARA PASANG IKLAN DI INSTAGRAM

Langsung saja, berikut ini:

Cara Pendaftaran Merek Dagang UMKM / Non UMKM

Secara garis besar cara pendaftaran merek dagang baik untuk UMKM maupun non UMKM adalah sebagai berikut:

  1. Cek daftar merek dagang yang sudah terdaftar di HAKI
  2. Menentukan kelas barang dan jasa yang ingin didaftarkan
  3. Membuat akun di portal pendaftaran merek online merek.dgip.go.id
  4. Klik tambah untuk membuat permohonan baru
  5. Pesan kode billing dengan mengisi tipe, jenis, dan pilihan kelas
  6. Melakukan pembayaran sesuai tagihan pada aplikasi SIMPAKI
  7. Mengisi seluruh formulir yang tersedia
  8. Mengunggah data yang dibutuhkan seperti logo merek, tanda tangan pemohon, dan surat UMK (jika pemohon merupkan usaha mikro dan kecil)
  9. Apabila data yang diisi telah sesuai, kemudian klik selesai Permohonan sudah diterima
  10. Kemudian Dirjen Kekayaan Intelektual (KI) akan melakukan pemeriksaan formalitas pada permohonan merek yang diajukan dalam 15 hari. Apabila syaratnya lengkap maka hasilnya akan diumumkan dalam waktu 2 bulan
  11. Selanjutnya Dirjen KI akan melakukan pemeriksaan substantif dalam 150 hari kerja, jika disetujui maka merek tersebut akan mendapatkan sertifikat

Berikut ini video dari DJKI tentang alur pendaftaran merek yang bisa teman-teman saksikan:

Tonton juga:

 

Tips Jitu Pendaftaran Merek
– Cek Daftar Merek yang Sudah Terdaftar di HAKI

Untuk mengetahui daftar merek yang sudah terdaftar di HAKI mudah sekali caranya, buka halaman DGIP Cek Merek Dagang.

Kemudian ambil contoh, saya mempunyai UMKM berbasis industri rumahan yang memproduksi sabun cuci.

Maka cara saya mengecek nama merek dagang yang saya inginkan sudah terdaftar atau belum adalah dengan mengetik “Sabun Cuci” pada kolom pencarian, pilih kategori merek, lalu klik icon search.

Pencarian Data Merek Terdaftar

Maka selanjutnya saya akan melihat daftar merek baik yang sudah terdaftar, dalam proses, ditolak, maupun berakhir.

Data Merek Terdaftar Kategori Sabun Cuci

Kemudian akan muncul daftar merek dagang atas suatu produk yang sudah terdaftar di HAKI. Jika nama merek yang ingin Anda daftarkan sudah “didaftar” atau “dalam proses” maka sebaiknya Anda menggunakan nama Merek lain.

Hal tersebut dikarenakan pendaftaran merek menggunakan sistem First to File.

Maksudnya adalah siapa yang lebih dahulu mendaftarkan maka dia yang akan mendapat perlindungan merek apabila memenuhi semua persyaratan.

Nah itu dia cara melihat merek atau produk yang sudah terdaftar di HAKI. Mudah kan ternyata melihat produk yang sudah terdaftar di HAKI?

Yuk kalau gitu kita lanjut ke langkah kedua yaitu penentuan kelas barang dan jasa.

Tips Jitu Pendaftaran Merek
– Cara Menentukan Kelas Barang dan Jasa Pengajuan Merek yang Didaftarkan

Dirjen KI mempunyai klasifikasi barang dan jasa berdasarkan jenisnya.

Pertama, Buka website Dirjen KI Sistem Klasifikasi Merek.
Bagaimana cara mencari kelas barang / jasa sesuai dengan merek yang ingin Anda daftarkan?

Kembali ke contoh UMKM saya yang ingin didaftarkan merek dagang yaitu usaha sabun, maka saya ketik “sabun” pada kolom pencarian dan klik “go”.

Cek Kelas Sabun

Saran pencarian:

Pada pencarian kelas ini, jangan mencari dengan kata terlalu detail seperti “sabun cuci”.

Maka dari itu saya gunakan kata yang lebih umum “sabun” untuk mengetahui kemungkinan kelas mana saja yang sesuai dengan merek yang ingin saya daftarkan.

Setelah klik “go” akan muncul daftar seluruh kelas yang memuat kata sabun, maka saya dapat memilih mana yang paling sesuai dengan produk saya.

Hasil Pencarian Sabun

Begitu pula dengan Anda, setelah Anda menemukan kelas yang sesuai dengan produk / jasa yang ingin didaftar, catat kelas tersebut karena akan diisi pada formulir pendaftaran merek.

Bonus:
Cara paling mudah adalah dengan mengikuti kelas dari merek dari produk / jasa sejenis yang sudah terdaftar.

Cara melihatnya:

Kembali pada langkah pertama yaitu pengecekan merek dagang di halaman DGIP Cek Merek Dagang.

Pada hasil pencarian merek “sabun cuci”, saya klik nama merek dari merek yang sudah “didaftar”.

Data Merek Terdaftar Kategori Sabun

Selanjutnya akan contoh merek dagang yang sudah terdaftar dan kelas pendaftarannya.

Kelas dari Sabun

Contoh Pengisian Formulir Pendaftaran Merek

Biaya Pendaftaran Merek Update Desember 2021

Berikut tarif pendaftaran merek dagang untuk usaha umum, mikro dan usaha kecil yang diambil dari website resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual https://www.dgip.go.id/tarif-merek:

Biaya Pendaftaran Hak Paten

Apa yang membedakan status UMKM dan Non UMKM dalam pendaftaran Merek?

Untuk UMKM Pemohon baik perorangan atau perusahaan harus memiliki rekomendasi dan merupakan binaan dari Kementrian Koperasi dan UMKM atau Kementerian Perdagangan atau Kementerian Perindustrian, termasuk Dinas di setiap provinsi.
Atas kesediaan Anda menjadi binaan, maka berbagai instansi tersebut akan menerbitkan Surat Keterangan Usaha untuk Anda mengurus Hak Kekayaan Intelektual dengan harga khusus.

Berikut surat edaran resmi terkait persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapat harga khusus:
syarat pendaftaran merek UMKM

Dan berikut ini contoh Surat Keterangan UMKM:
contoh surat keterangan umkm

Baca juga:

Cara Mendaftar Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) Online Mudah, Lihat Di Sini Sekarang Juga

Setelah melakukan pembayaran, Anda akan mendapatkan bukti pembayaran yang selanjutnya diserahkan ke loket untuk menyelesaikan proses Permohonan Pendaftaran Merek.

Dari loket tersebut Anda akan mendapatkan bukti permohonan pendaftaran Merek Dagang.

info pendaftaran merek gratis

Ada juga pendaftaran merek gratis loh. Contohnya pendaftaran merek gratis yang merupakan program Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta sebagaimana yang diberitakan Berita Jakarta dan kami pribadi penulis juga mengetahuinya karena pernah ditawarkan untuk mengikuti program tersebut.

Selanjutnya Anda perlu untuk terus memantau pendaftaran yang sudah Anda lakukan melalui Halaman Pengecekan Status Merek Dirjen KI karena terdapat kemungkinan pengajuan merek Anda ditolak disebabkan:

  • Kelas barang atau jasa yang didaftarkan tidak sesuai dengan yang seharusnya.
  • Permohonan merek yang Anda daftarkan memiliki kesamaan / kemiripan dengan Merek Dagang lain.

Tips Jitu Pendaftaran Merek
– Lama Pemeriksaan Paska Pendaftaran

Terdapat beberapa tahap pemeriksaan yang dilakukan Dirjen KI terhadap merek yang Anda ajukan.

Berikut tahapannya beserta estimasi waktu yang dibutuhkan:

Pertama:
Pemeriksaan Formalitas
(2 Minggu)

Pemeriksaan kelengkapan dokumen dari Merek yang Anda ajukan.

Kedua:
Pengumuman + Pengajuan Keberatan
(2 Bulan)

Dirjen KI mengumumkan daftar merek yang lolos pemeriksaan formalitas  dalam Berita Resmi Merek beserta detail kelasnya. Jangka waktu pengumuman adalah 2 bulan.

Pada waktu tersebut seseorang dapat mengajukan keberatan apabila ada pendaftar lain yang mengajukan merek yang sama secara keseluruhan atau pada unsur pokoknya dengan merek yang telah terlebih dahulu Ia daftarkan.

Ketiga:
Pemeriksaan dari Keberatan yang Diajukan (2 Bulan)

Dirjen KI kemudian memeriksa berbagai keberatan yang diajukan oleh masyarakat selama kurang lebih 2 bulan.

Keempat:
Pemeriksaan Substantif (5 Bulan)

Pemeriksaan untuk mengetahui apakah merek yang Anda daftarkan telah sesuai dengan kelas yang seharusnya dan tidak memiliki kesamaan dengan merek yang telah terdaftar.

Kelima:
Pra Sertifikat
(2 Bulan)

Pengajuan Anda telah disetujui dan sedang dipersiapkan untuk diterbitkan sertifikat merek.

Keenam:
Sertifikat Terbit

Keluarnya sertifikat dan Merek Dagang Anda telah resmi terdaftar dan mendapat perlindungan hukum.

Total waktu yang dibutuhkan dari pengajuan sampai terdaftar:

+/- 1 Tahun

Alternatif: Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek

Jasa Daftar Merek UMKM Murah

 

Dengan menggunakan Jasa Pendaftaran Merek anda akan mendapatkan keuntungan:

  • Pendaftaran Merek Online via website atau via Whatsapp
    Mudah dan praktis
  • Biaya Jasa Pendaftaran Merek relatif murah
    Relatif murah karena kemungkinan pengajuan merek lebih besar diterima berdasarkan pengalaman konsultan selama puluhan tahun mendaftarkan merek
Baca Juga: Daftar Harga Jasa Pendaftaran Merek, Paten, Hak Cipta, Desain Industri Murah Januari 2022
  • Ditangani dari awal sampai akhir oleh Konsultan HKI Terdaftar
    Proses pendaftaran merek ditangani langsung oleh Konsultan HKI Terdaftar yang telah berpengalaman mengikuti prosedur pendaftaran merek sehingga kemungkinan terdaftar lebih besar.

    Hal tersebut sangat penting dikarenakan perlindungan merek berlaku apabila merek sudah resmi terdaftar, bukan apabila sudah melakukan pengajuan merek.
    Peran konsultan selama proses pendaftaran:
  • Konsultan HKI melakukan pengecekan merek
  • Konsultan HKI memberi info kelas yang sesuai
    Tidak jarang pendaftaran merek ditolak karena kelas yang diajukan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Di sini lah peran Konsultan HKI sangat penting karena telah berpengalaman dan mengetahui sekian banyak klasifikasi yang ada.
  • Konsultan HKI mengurus dokumen Anda ke Dirjen KI
  • Konsultan HKI memantau secara intensif pada setiap tahapan pasca pengajuan hingga terbitnya sertifikat merek.
    Tahapan monitoring ini sangat penting untuk dilakukan karena bisa saja terjadi kendala yang harus ditangani selama masa pemeriksaan.
    Apalagi sebelum UU Merek yang baru, proses terbitnya sangat lama sampai ada yang lebih dari 3 tahun namun belum ada kabar kejelasan sebagaimana yang dilansir oleh artikel tribunnews.

Kenapa Pendaftaran Merek Lama

Pilihan Ada di Tangan Anda

Pilihan Jasa Pendaftaran Merek

Apabila Anda siap untuk mengorbankan waktu dan tenaga untuk melakukan seluruh proses dan siap untuk menghadapi berbagai resiko yang muncul seperti penolakan pengajuan akibat ketidaksesuaian kelas atau kesamaan dengan merek lain yang telah terdaftar maka Anda dapat mengajukan pendaftaran merek sendiri.

Atau, Anda dapat menghemat waktu, tenaga, dan fikiran dengan menggunakan Jasa Pendaftaran Merek Dagang yang akan menangani seluruh proses pendaftaran mulai dari persiapan, pendaftaran, hingga monitoring pasca pendaftaran sampai terbitnya sertifikat merek hanya dengan melakukan pendaftaran merek secara online.

Baca juga: Profil Konsultan HKI Terdaftar – Adnan Hardie

Sekian artikel mengenai Panduan Pendaftaran Merek Dagang, apabila Anda mempunyai pertanyaan Anda dapat mengajukan nya pada kolom komentar di bawah ini yang akan dijawab oleh konsultan HKI terdaftar.

Apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan klik tombol share di bawah ini.

Terimakasih.

BPOM Adalah; Pengertian, Syarat Pengajuan, dan Jenis Edarnya

Kepanjangan BPOM adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan yang punya fungsi utama mengawasi secara keseluruhan peredaran obat dan makanan di Indonesia. Pelaku usaha yang menjalankan bisnis dalam bidang makanan dan minuman kian banyak bermunculan. Guna menunjukkan bahwa produk aman, perlu mendapat sertifikasi BPOM untuk izin edar.

Namun tidak jarang, pelaku usaha melakukan tindakan-tindakan yang menekan biaya produksi sehingga mengurangi keamanan, manfaat, maupun mutu produk. Di sinilah peran BPOM untuk pengawasan guna memastikan bahwa hal-hal tersebut tidak terjadi.

Baca Juga: Pengusaha Kena Pajak (PKP); Pengertian, Fungsi, dan Syarat

Pengertian BPOM Adalah

BPOM menurut Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang BPOM yaitu lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan. Lembaga BPOM ini berada di bawah presiden, bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri bidang kesehatan.

Obat dan makanan yang berada dalam pengawasan BPOM antara lain: obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, obat tradisional, suplemen, kosmetik, dan pangan olahan. Fungsi dari BPOM secara lebih rinci diatur dalam Pasal 3 PP Nomor 80/2017.

Baca Juga: Pangan Industri Rumah Tangga : Pengertian, Syarat, dan Biaya

Syarat Pengajuan Izin BPOM Adalah

Berbicara tentang syarat mengajukan izin BPOM, antara produk dalam negeri dan produk luar negeri berbeda. Klasifikasi penilaian jenis pangan ada 2, yaitu penilaian umum dan penilaian One Day Service (ODS).

1. Produk Dalam Negeri

Adapun syarat minimal untuk mengurus izin edar produk dalam negeri ke BPOM antara lain:

  1. a) Salinan surat izin dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan;
  2. b) Hasil analisis lab, umumnya hasil ini berlaku 6 bulan setelah terbit, jika masa berlaku habis perlu melakukan uji lab lagi;
  3. c) Contoh produk serta rancangan label edar;
  4. d) Mengisi formulir pendaftaran secara lengkap, dalam pengisian ini juga terdapat beberapa dokumen lain yang berkenaan dengan produk.
Baca Juga: Berapa Lama Masa Berlaku Hak Cipta? Temukan di Sini!

2. Produk Luar Negeri

Adapun syarat minimal untuk mengurus izin edar produk luar negeri ke BPOM antara lain:

  1. a) Siapkan dokumen asli dan salinan surat penunjukkan dari pabrik asal, dokumen ini akan masuk sebagai lampiran;
  2. b) Sertifikat kesehatan atau free sale dari instansi berwenang masing-masing negara asal;
  3. c) Hasil analisis lab, umumnya hasil ini berlaku 6 bulan setelah terbit, jika masa berlaku habis perlu melakukan uji lab lagi;
  4. d) Contoh produk serta rancangan label edar;
  5. e) Mengisi formulir pendaftaran secara lengkap, dalam pengisian ini juga terdapat beberapa dokumen lain yang berkenaan dengan produk.

Syarat di atas adalah syarat minimal pengajuan, selanjutnya akan ada berkas syarat secara umum yang wajib Anda lengkapi.

Baca Juga: Sertifikat Hak Cipta Contoh dan Cara Downloadnya Di Sini

Jenis Edar BPOM Adalah

Ada 3 label untuk jenis edar dari BPOM, antara lain Label SP, Label MD, dan Label ML, berikut penjelasannya:

  1. Label SP atau Sertifikat Penyuluhan oleh Dinas Kesehatan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM);
  2. Label MD atau Makanan Dalam untuk perusahaan besar yang sudah memenuhi kualifikasi dan syarat;
  3. Label ML atau Makanan Luar adalah label untuk makanan impor ke Indonesia (langsung maupun repacking).
Baca Juga: Hak Cipta : Pengertian, Contoh, Tujuan dan Cara Daftar Online

Dalam penerapannya, untuk mendapatkan sertifikasi izin edar BPOM dapat melakukan registrasi secara online melalui https://e-reg.pom.go.id/. Sedangkan untuk cek BPOM dapat melalui https://cekbpom.pom.go.id/.

Dengan mempunyai izin edar maka produksi obat dan makanan dari usaha Anda lebih terjamin. Baik dari sisi keamanan, manfaat, maupun mutu produknya. Sehingga izin edar BPOM adalah penting dimiliki oleh perusahaan yang mengeluarkan produk sesuai dengan kriteria produk BPOM.

Baca Juga: Siapa Pencipta dan Apa Bedanya Dengan Pemegang Hak Cipta?

Pengertian PT Perorangan, Syarat Pendirian, dan Prosedurnya

Dalam sebuah PT Perorangan, terdapat 2 unsur utama yang terkandung di dalamnya. Pertama, adalah unsur perorangan, yang mana mengacu pada Warga Negara Indonesia (WNI) berjumlah 1 orang. Artinya, Warga Negara Asing (WNA) tidak memenuhi syarat untuk mendirikan sebuah PT jenis ini.

Kedua, adalah unsur Usaha Mikro dan Kecil (UMK) hal ini mengacu pada UU Cipta Kerja. Dengan kata lain, modal untuk mendirikan PT jenis ini fleksibel di bawah 5 miliar. Sebagaimana yang kita tahu, kriteria usaha kecil yaitu modal antara 1 – 5 miliar rupiah. Sedangkan kriteria usaha mikro yaitu modal di bawah 1 miliar rupiah.

Baca Juga: Pengusaha Kena Pajak (PKP); Pengertian, Fungsi, dan Syarat

Pengertian PT Perorangan Adalah

Berdasarkan UU Cipta Kerja Pasal 153 A Ayat 1 disebutkan bahwa pengertian PT jenis ini adalah perseoran yang memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil dapat didirikan oleh 1 (satu) orang. Sehingga pendiri tersebut sebagai pemegang saham sekaligus direktur perusahaan.

Walaupun hanya perorangan (1 orang), namun status dari PT ini tetap sama dengan PT biasa. Dengan adanya UU Cipta Kerja, hal tersebut mendukung para pelaku usaha lebih mudah dalam membangun legalitas untuk usahanya secara perorangan.

Baca Juga: Berapa Lama Masa Berlaku Hak Cipta? Temukan di Sini!

Syarat Pendirian PT Perorangan

Mengacu pada pengertian dan penjelasan di atas, berikut ini beberapa syarat yang harus tuntas sebelum mengajukan permohonan daftar PT Perorangan.

1. Usaha Mikro dan Kecil

Syarat pertama berkaitan dengan kriteria usahanya. Persero yakni badan hukum yang berdiri sesuai dengan kriteria dari UMK.

2. Surat Pernyataan Pendirian

Melengkapi berkas berupa Surat Pernyataan Pendirian sesuai dengan format di lampiran PP Nomor 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan Serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria Untuk Usaha Mikro dan Kecil.

Baca Juga: Sertifikat Hak Cipta Contoh dan Cara Downloadnya Di Sini

3. Warga Negara Indonesia

Pendiri adalah WNI berusia minimal 17 tahun dan cakap secara hukum. WNA tidak dapat melakukan pengajuan pendaftaran PT ini.

4. Perorangan

Mengacu pada pengertian dan unsur yang ada di dalamnya, maka pendiri adalah hanya 1 orang.

5. NPWP, NIB, dan Izin Usaha

Syarat berikutnya berkaitan dengan dokumen-dokumen antara lain Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan izin usaha berdasarkan bidang masing-masing. Ada juga dokumen fotocopy KTP pendiri, NPWP pendiri, surat domisili PT, dan mengisi formulir pernyataan pendirian.

Perorangan dapat mendirikan PT jenis ini 1x dalam 1 tahun.

Baca Juga: Siapa Pencipta dan Apa Bedanya Dengan Pemegang Hak Cipta?

Prosedur dan Cara Daftar PT Perorangan

Setelah semua persyaratan di atas sudah selesai, lantas bagaimana prosedur untuk mendirikannya? Secara garis besar, ada 3 tahap antara lain:

1. Pendaftaran

Anda dapat melakukan daftar elektronik (online) melalui website resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham di https://ptp.ahu.go.id/.

2. Mengurus NPWP PT

Lakukan pengurusan Nomor Pokok Wajib Pasar untuk PT bersangkutan.

Baca Juga: Hak Cipta : Pengertian, Contoh, Tujuan dan Cara Daftar Online

3. NIB dan Izin Usaha

Dalam pengurusan NIB maupun izin usaha untuk PT perorangan OSS sistem di https://oss.go.id/ dapat Anda akses.

Pendirian PT jenis ini tidak membutuhkan akta notaris, namun hanya pernyataan pendirian saja. Jika semua tahapan prosedur sudah selesai, kemudian syaratnya juga terpenuhi, maka Kemenkumham akan menerbitkan sertifikat pendirian. Sertifikat inilah hasil akhir yang membuktikan bahwa PT Anda sah dan berstatus badan hukum.

Itulah beberapa syarat dan prosedur dalam pengajuan pendirian PT perorangan. Sudah siap menjadikan usaha Anda berubah status menjadi badan hukum?

Baca Juga: Pangan Industri Rumah Tangga : Pengertian, Syarat, dan Biaya

Syarat Pendirian PT yang Harus Terpenuhi Tahun Ini

Memenuhi syarat pendirian PT merupakan langkah awal dalam mengembangkan sebuah perusahaan/badan usaha. Sebelumnya, dasar hukum yang mengatur tentang Perseroan Terbatas (PT) adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang tentang PT (UU PT).

Namun semenjak berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), terdapat beberapa perubahan dalam syarat PT. Tidak hanya itu saja, prosedur pengurusannya pun juga mengalami beberapa perubahan.

Dalam penerapannya, prosedur pendirian PT mempunyai persiapan tertentu. Mulai dari mengecek apakah nama PT tersedia hingga proses pengurusan. Berbicara mengenai jenisnya, ada PT terbuka, PT tertutup, PT perorangan, PT asing, PT kosong, dan PT domestik.

Baca Juga: Pengusaha Kena Pajak (PKP); Pengertian, Fungsi, dan Syarat

Apa Syarat Pendirian PT?

Pendirian PT perorangan misalnya, membutuhkan syarat-syarat yang sebaiknya Anda penuhi di awal. Secara umum, syarat PT 2022 antara lain:

1. Bisa Mendirikan PT Sendiri

Jika sebelumnya minimal pendiri adalah 2 orang, tetapi sekarang untuk mendirikan bisa oleh 1 orang pendiri saja. Sebagai catatan, aturan pendirian 1 orang ini hanya berlaku untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

2. Modal Fleksibel

Modal minimal untuk mengajukan pendirian PT sebelumnya adalah Rp50 juta, namun sekarang modal perusahaan fleksibel. Hal ini lantaran aturan yang mengikat tentang modal PT sudah dihapus.

Baca Juga: Berapa Lama Masa Berlaku Hak Cipta? Temukan di Sini!

3. NIB

Syarat pendirian PT berikutnya adalah mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB). Sejak berlakunya sistem Online Single Submission atau OSS sebagai sistem perizinan terintegrasi secara elektronik. Maka Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sudah tidak Anda perlukan.

4. Tidak Wajib Amdal

Untuk Usaha Mikro dan Kecil, tidak wajib punya Amdal, tetapi sebagai gantinya harus punya Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). Dokumen SPPL ini berlaku selama 2 tahun terhitung sejak terbit.

5. Dokumen

Syarat berikutnya berkaitan dengan dokumen untuk pengurusan pengajuan pendirian PT. Rincian dokumen antara lain fotokopi KTP pengurus, fotokopi NPWP, pernyataan domisili (bermaterai), pernyataan setor modal (bermaterai), dan pernyataan KBLI (bermaterai).

Baca Juga: Sertifikat Hak Cipta Contoh dan Cara Downloadnya Di Sini

Prosedur Pendirian PT

Dalam pendirian PT, semua tahapan merupakan satu kesatuan untuk 1 tahap. Anda wajib mengikuti aturan dan prosedur yang sesuai dengan undang-undang. Tahap pendirian meliputi beberapa langkah antara lain:

1. Cek Nama

Pengecekan nama untuk PT Anda harus unique, artinya tidak ada kemiripan dengan perusahaan lain. Ini juga menjadi syarat pendirian PT yang kaitannya sudah masuk tahapan pengajuan.

2. Akta Pendirian

Jika mengajukan pendirian PT perorangan secara online, maka terdapat beberapa formulir untuk mengajukan akta pendirian. Data yang perlu Anda isi antara lain: nama perusahaan, maksud dan tujuan (rinci dan sistematis), domisili, struktur pengurus, dan permodalan.

Baca Juga: Siapa Pencipta dan Apa Bedanya Dengan Pemegang Hak Cipta?

3. Daftar di Kemenkumham dan Pembuatan NPWP

Prosedur berikutnya melakukan pendaftaran di Kementerian Hukum dan HAM, kalau sudah tuntas maka status perusahaan sudah berbadan hukum. Setelah itu mengajukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk perusahaan.

4. Pengurusan NIB

Sebagaimana yang sudah kami singgung di atas, NIB juga sebagai syarat pendirian PT yang mana dapat Anda urus di OSS. NIB berfungsi juga sebagai TDP, akses kepabeanan, serta API.

5. Pengajuan Izin Usaha

Prosedur selanjutnya pemohon dapat mengajukan izin usaha berdasarkan masing-masing bidang usahanya. Dalam bidang usaha perdagangan misalnya, izinnya adalah SIUP.

Baca Juga: Hak Cipta : Pengertian, Contoh, Tujuan dan Cara Daftar Online

Setelah semua proses pendirian selesai, Anda dapat mengadakan berbagai macam pengembangan untuk perusahaan. Mulai dari yang paling dasar seperti mendaftarkan merek dagang, menyiapkan sistem pelaporan pajak, hingga menjalankan kegiatan usaha.

Itulah beberapa syarat pendirian PT dan prosedurnya tahun ini. Prosedur di atas bersifat dinamis, sehingga jika terdapat perubahan atas undang-undang yang mengaturnya, bukan tidak mungkin syarat maupun prosedur ikut berubah.

Baca Juga: Pangan Industri Rumah Tangga : Pengertian, Syarat, dan Biaya