Berapa Lama Masa Berlaku Hak Cipta? Temukan Di Sini

Berapa Lama Masa Berlaku Hak Cipta?

Halo Sobat Rumah Paten, ada beberapa pertanyaan terkait Masa Berlaku Hak Cipta yang kami temukan di internet yaitu:

– Apakah hak cipta memiliki masa berlaku yang tidak terbatas?

– Berapa lamakah jangka waktu perlindungan hak cipta Menurut UU No 28 tahun 2014 tentang hak cipta untuk perorangan dan badan hukum?

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Instagram Ini Dia Caranya

Oke, jadi Hak Cipta memiliki jangka waktu tertentu yang telah ditentukan oleh UU No. 28 tahun 2014.

Secara garis besar Masa Berlaku Hak Cipta terbagi menjadi 3 kurun waktu sebagai berikut:

  1. Masa Berlaku Hak Cipta : Seumur Hidup Pencipta + 70 Tahun.

Berikut ini contoh jenis karya yang dilindungi nya:

 

Daftar Karya yang Masa Berlaku Hak Cipta 70 Tahun

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Google Sendiri

2. Masa Berlaku Perlindungan Hak Cipta selama 50 tahun yaitu pada karya berikut:

Daftar Karya yang Masa Berlaku Hak Cipta 50 Tahun

3. Masa Berlaku Hak Cipta selama 20 tahun berlaku untuk 1 kategori yaitu Lembaga Penyiaran

Baca Juga : Cara Mengecek Merek di HKI Gratis & Mudah | Terbaru 2022

Nah itu dia penjelasan tentang jangka waktu perlindungan Hak Cipta. Kalau ada yang mau ditanyakan jangan sungkan mengisi kolom komentar di bawah ini. Terimakasih:)

 Referensi:

Pengenalan tentang Hak Cipta

Masa Berlaku Perlindungan Hak Cipta

Baca Juga : Cara Cek NIB Online untuk Melihat Legalitas Startup

Siapa Pencipta dan Apa Bedanya dengan Pemegang Hak Cipta?

Siapa Pencipta dan Beda Dengan Pemegang Hak

Di antara kita mungkin ada yang masih penasaran tentang Siapa Pencipta, apa bedanya dengan Pemegang Hak Cipta, dan apa saja Hak yang dimiliki oleh keduanya?

Nah di sini kami kumpulkan berbagai tanya jawab mengenai hal tersebut untuk memudahkan rekan-rekan semua menambah referensi mengenai hal ini. Semoga bermanfaat

Sebelumnya, memang apa sih Hak Cipta itu sendiri dan apa saja contohnya?

Dijelaskan oleh Ditjen HKI dalam laman resminya, Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Contoh-contoh dari karya yang dilindungi hak cipta yaitu:

  1.   Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (layout) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;
  2.   Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu;
  3.   Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
  4.   Lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
  5.   Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
  6.   Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;
  7.   Arsitektur;
  8.   Peta;
  9.   Seni Batik;
  10. Fotografi;
  11. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

Baca Juga: Apa sih Hak Cipta itu? Bagaimana Cara Daftarnya?

 Siapa Pencipta dan Pemegang Hak Cipta, Apa Bedanya?

 Menurut UU No. 28 tahun 2014, Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

Jadi beda pencipta dan pemegang hak cipta adalah:

– pencipta memiliki hak moral dan hak ekonomi dari karya yang diciptakan

– pemegang hak cipta hanya memiliki hak ekonomi dari sebuah karya yang diciptakan

 Beda hak moral dan hak ekonomi akan dijelaskan pada bagian selanjutnya, baca terus ya.

 Apa saja hak yang dimiliki oleh pencipta dan pemegang hak cipta?

 – Hak Ekonomi

  •         Hak ekonomi adalah Hak yang dapat dialihkan dan masa berlakunya berbeda-beda, tergantung dari jenis ciptaan.
  •         Hak ekonomi adalah hak yang berkaitan untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan

 – Hak Moral

  •         Hak yang melekat pada pencipta dan berlaku tanpa batas waktu.
  •         Sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan
  •         Hak moral memiliki 2 konsekuensi:

o   Hak untuk sebuah karya yang sudah dilindungi hak cipta tidak boleh diubah atau dirusak tanpa persetujuan pencipta, dan

o   Hak bagi sang pencipta untuk diakui sebagai pencipta dari karya nya tersebut

 Oh ya, buat kamu yang mau tau lebih tentang Hak Cipta bisa tonton video dari Dirjen Kekayaan Intelektual berikut ini ya:

Demikian kumpulan tanya jawab mengenai siapa pencipta, siapa pemegang hak cipta, dan hak-hak yang mereka miliki. Jika ada pertanyaan jangan sungkan untuk tanya melalui kolom komentar di bawah ini. Dan jika bermanfaat kami sangat senang jika teman-teman bantu share.

Terimakasih:)

Baca Juga : Cara Mengecek Merek di HKI Gratis & Mudah | Terbaru 2022

Hak Ekonomi Pada Hak Cipta Penjelasannya Ada Di Sini

hak ekonomi pada hak cipta dan contohnya

Hak Ekonomi adalah salah satu Hak yang dimiliki oleh Pencipta selain dari Hak Moral.

Yuk kita lihat penjelasan tentang Hak Ekonomi langsung dari sumber aturan nya yaitu UU No. 28 Tahun 2014 sebagai berikut

Penjelasan Hak Ekonomi Pada Hak Cipta dalam Undang-Undang

Pasal 8

Hak ekonomi merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan.

Pasal 9

  • Pencipta atau Pemegang Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 memiliki hak ekonomi untuk melakukan:
  • penerbitan Ciptaan;
  • Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;
  • penerjemahan Ciptaan;
  • pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan;
  • Pendistribusian Ciptaan atau salinannya;
  • pertunjukan Ciptaan;
  • Pengumuman Ciptaan;
  • Komunikasi Ciptaan; dan
  • penyewaan Ciptaan.
  • Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta.
  • Setiap Orang yang tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dilarang melakukan Penggandaan dan/atau Penggunaan Secara Komersial Ciptaan.

Baca juga:Begini Cara Daftar Merek Dagang Untuk UMKM

Selain Hak Ekonomi, seorang pencipta juga memiliki Hak Moral yaitu:

  • Hak yang melekat pada pencipta dan berlaku tanpa batas waktu.
  • Sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan
  • Hak moral memiliki 2 konsekuensi:
  • Hak untuk sebuah karya yang sudah dilindungi hak cipta tidak boleh diubah atau dirusak tanpa persetujuan pencipta, dan
  • Hak bagi sang pencipta untuk diakui sebagai pencipta dari karya nya tersebut

Baca juga: Daftar IUMK Online Mudah Banget, Lihat Caranya Di Sini

Nah itu dia penjelasan tentang Hak Ekonomi dan Hak Moral, jika ada yang ingin ditanyakan jangan sungkan untuk bertanya pada kolom komentar di bawah ya teman-teman.

Terimakasih:)

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Google Sendiri