STRATEGI BERINOVASI BERORIENTASI HKI

STRATEGI BERINOVASI BERORIENTASI HKI

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

         Paradigma memahami hak kekayaan intelektual sudah selayaknya ditempatkan dalam kerangka sebuah sistem dimana hak kekayaan intelektual hanyalah salah satu komponen atau tahapan panjang dari suatu sistem penelitian dan pengembangan sampai digunakan oleh masyarakat atau dengan kata lain dari lab sampai ke pasar. Jika bisa kita memahami kerangka HKI dalam sebuah sistem dari suatu siklus manajamen kekayaan intelektual atau sebuah siklus inovasi maka kreativitas yang akan dihasilkan akan jauh lebih presisi untuk memberikan dampak ekonomi dan dampak nilai manfaat kepada pemilik HKI terlebih kepada pengguna HKI (masyrakat/industri/pengguna lain). Membangun strategi penciptaan pengetahuan (knowledge) atau teknologi atau karya yang berorientasi dapat dijabarkan dalam sebuah kerangka sistem sebagai berikut.

  1. Membangun Pemahaman Dan Kesadaran Pentingnya Aspek Kebaruan Sejak dari Awal Riset (Hulu)

Pemahaman dan Kesadaran Sejak dari awal riset (hulu) yang dimaksud adalah memberikan dasar yang kuat kepada para kreator/inovator akan pentingnya sebuah kebaruan dari suatu karya. Nyawa dari produk hak kekayaan intelektual adalah orisinalitas, kebaruan dan adanya pengembangan yang semakin memudahkan aspek kehidupan manusia serta menjadi solusi dari setiap permasalahan yang muncul yang belum bisa dipecahkan dengan penemuan/karya/inovasi sebelumnya. Hal ini tentu menitikberatkan pada poin pentingnya akan sebuah penelusuran kebaruan dari suatu karya sebelum melaksanakan sebuah proses penciptaan pengetahuan/teknologi/karya/riset dan pengembangan.  Berdasarkan hasil penelusuran pembanding inilah kita mampu menemukan kelemahan penemuan yang telah ada serta menentukan state of the art dari riset yang akan kita lakukan. Dengan demikian, maka riset kita akan lebih terarah dan fokus pada solusi atas masalah yang dibutuhkan masyarakat untuk dipecahkan. Hasil riset yang mampu menjawab permasalahan dan kebutuhan masyarakat inilah yang tentu akan berpeluang diterima oleh pasar dan akan mendatangkan dampak ekonomi yang signifikan baik bagi produsen karya maupun pengguna karya tersebut. Hal ini sesuai dengan salah satu aspek fundamental HKI bahwa karya intelektual yang dihasilkan haruslah yang memiliki manfaat dan digunakan dalam perdagangan. Jadi, proses permohonan HKI benar-benar sesuai dengan peruntukannya tidak hanya berhenti di aspek perlindungan semata.

  1. Membangun Strategi Memilih Jenis Perlindungan HKI Secara Tepat Sesuai Objek Kekayaan Intelektualnya

Setelah proses penciptaan karya telah selesai maka akan dihasilkan sebuah karya intelektual yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi. Selanjutnya, melalui pemahaman yang baik dan tepat akan jenis kekayaan intelektual dan produk hak hukum HKI yang melindunginya (dalam penjelasan bagian sebelumnya) maka akan dapat diproses perlindungan hukum HKI-nya sesuai dengan jenis kekayaan intelektualnya. Pemilihan jenis perlindungan hukum yang tepat maka akan memberikan ketenangan dan kepastian hukum terhadap pemilik dan pengguna HKI.

Memproses perlindungan HKI juga adalah strategi dan seni memperoleh perlindungan. Seringkali atas semua karya dipandang perlu untuk didaftarkan HKInya. Namun, atas pertimbangan prospek komersial, peluang untuk ditiru, peluang pihak lain meniru, dan kemungkinan akan adanya sengketa atas karya tertentu, efektivitas waktu dan biaya, maka sebuah karya intelektual dapat diproses pendaftaran perlindungan HKI secara skala prioritas. Strategi memperoleh perlindungan HKI dapat juga dipertimbangkan atas dasar prinsip perolehan perlindungan dari masing-masing jenis HKI. Misalkan, untuk hak cipta karena perlindungan bersifat otomatis saat karya cipta lahir dan diumumkan maka pencatatan karya cipta dapat dilakukan terlebih dahulu untuk yang memiliki daya komersial tinggi, dan memperkuat alat bukti barangkali adanya kemungkinan sengketa. Untuk karya cipta lain, cukup dibuat daftar databse ciptaan oleh masing-masing penghasil karya cipta sehingga tetap ada dokumentasi yang rapi.

Untuk karya intelektual yang wajib membutuhkan pendaftaran untuk memperoleh perlindungannya seperti merek, desain industri, paten, desain tata letak sirkuit terpadu, dan perlindungan varietas tanaman maka perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan waktu dan publikasi. Sebaiknya jangan melakukan publikasi yang mengungkapkan fitur esensial dari karya sebelum kita mendaftarkan HKInya. Jika dirasa aspek administrasi dan substansi sudah komplit maka segera melakukan pendaftaran atau permohonan adalah langkah yang paling aman. Hal ini untuk mengantisipasi pihak lain mendaftarkan terlebih dahulu untuk karya intelektual yang sejenis. Khusus untuk paten dan rahasia dagang, dapat dilakukan pilihan bahwa untuk karya yang mudah ditiru dan bernilai komersial sebaiknya didaftarkan paten lebih menguntungkan karena adanya jaminan kepastian jangka waktu perlindungannya. Bandingkan dengan memilih rahasia dagang untuk karya yang mudah ditiru maka kemungkinan untuk pihak lain membongkar rahasia melalui reverse engineering relatif lebih mudah sehingga berdampak pada singkatnya waktu perlindungan rahasia dagang. Lain halnya, untuk teknologi atau karya yang sulit ditiru maka pilihan rahasia dagang masih pilihan rasional karena kemungkinan pihak lain membongkar teknologi atau karya tersebut relatif sulit sehingga berdampak pada waktu perlindungan dari rahasia dagang juga.

  1. Membangun Pemahaman Dan Kesadaran Pentingnya Hilirisasi Hak Kekayaan Intelektual

Produsen karya/iventor/inovator tentu tidak ingin hanya bergerak di bagian hulu yaitu menghasilkan karya. Karya intelektual yang telah dihasilkan terlebih yang telah didaftarkan perlindungan hukumnya tentunya tidak ingin dibiarkan menjadi karya yang “tidur”. HKI atas karya intelektual idealnya harus bisa dihilirisasi atau dengan kata lain dipindahkan ke pengguna secara komersial melalui mekanisme tertentu misalkan alih teknologi dengan skema lisensi dan bentuk lainnya. Dalam tahapan komersialisasi ini juga dilakukan penaksiran nilai dari suatu HKI yang biasa disebut valuasi dimana hasil valuasi akan menjadi salah satu dasar untuk menentuka besaran lisensi dan royalti dalam sebuah negosiasi antar pihak. Melalui proses komersialisasi ini akan didapatkan sejumlah dana tertentu yang bisa digunakan kembali untuk menghasilkan proses penciptaan karya berikutnya dan juga untuk biaya perlindungan HKI ke depan.

 

Gambar 1. Siklus dari sutu proses inovasi berorientasi HKI

 

Related Posts

rahasia dagang

PATEN VS RAHASIA DAGANG

PATEN VS RAHASIA DAGANG Oleh Ferianto, S.Si., M.H.   Paten adalah salah satu jenis kekayaan intelektual yang menurut UU No. 13 Tahun 2016 me...
desain-industri

PATEN VS DESAIN INDUSTRI

PATEN VS DESAIN INDUSTRI Oleh Ferianto, S.Si., M.H.   Seringkali para inovator yang menghasilkan karya inovatif masih dilanda kebingungan ki...