PATEN VS RAHASIA DAGANG

rahasia dagang

PATEN VS RAHASIA DAGANG

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

Paten adalah salah satu jenis kekayaan intelektual yang menurut UU No. 13 Tahun 2016 melindungi invensi (penemuan) di bidang teknologi. Mudahnya karya bidang teknologi  yang dimaksud entah itu Produk atau Proses atau Pengembangan Produk atau Proses harus dan harus memiliki aspek fungsi teknis. Keunikan dan Keunggulan yang harus diungkapkan adalah hal-hal yang bersifat teknis dari teknologi tersebut. Suatu penemuan untuk diberikan perlindungan paten, jika penemuan atau invensi tersebut dimohonkan kepada negara (prinsip konstitutif). Dengan kata lain, perlindungan paten tidak otomatis diberikan tanpa melalui permohonan paten terlebih dahulu. Selanjutnya, dengan adanya permohonan paten maka invensi yang dimohonkan konsekuensinya akan diumumkan ke publik. Pemohon paten akan mendapatkan perlindungan hukum sejak invensi didaftarkan sampai jangka waktu permohonan paten berakhir (10 atau 20 tahun tergantung jenis paten yang dipilih). Konsekuensi yang demikian memungkinkan pihak lain dapat melakukan pengembangan dari invensi yang sudah ada namun untuk meniru invensi yang sejenis sudah terkunci dengan pagar perlindungan paten. Dengan demikian, jika suatu inventor dan inovator menghasilkan teknologi yang relative mudah ditiru atau mudah dilakukan reverse engineering oleh pihak lain yang ahli di bidangnya atau mudah dilakukan pengembangan lebih lanjut maka pilihan perlindungan hukum yang rasional adalah paten.

Baca Juga : Paten vs Desain Industri

Lain halnya dengan karakter perlindungan hak kekayaan intelektual berupa Rahasia Dagang. Menurut UU No. 30 Tahun 2000, rezim rahasia dagang tidak mensyaratkan adanya pendaftaran. Objek yang bisa dilindungi adalah objek karya di bidang teknologi dan bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh umum. Berbeda dengan rezim hak kekayaan intelektual lain, rahasia dagang tidak ada batas waktu perlindungannya. Sepanjang pemilik rahasia dagang mampu menjaga kerahasiaannya maka perlindungan tersebut tetap akan diperoleh. Pelanggaran rahasia dagang dapat terjadi jika pihak lain secara sengaja mengungkapkan rahasia dagang dengan mengingkari kesepakatan tertulis atau tidak tertulis dengan pemilik rahasia dagang. Namun, sepanjang pihak lain tidak dalam kondisi demikian maka tidak masuk ke dalam pelanggaran rahasia dagang. Sebagai contoh pengungkapan rahasia untuk kepentingan umum, kesehatan, pertahanan keamanan tidak dianggap pelanggaran rahasia dagang. Tindakan pengembangan teknologi dalam bentuk reverse engineering atau pengembangan bentuk lain dan mendapatkan hasil yang sama atau bahkan lebih baik dari teknologi yang dirahasiakan adalah tindakaan yang legal dan tidak melanggar rahasia dagang. Jadi, suatu teknologi yang mudah ditiru jika dilindungi dengan rahasia dagang tentu akan lebih merugikan inventor atau inovator karena kemungkinan besar akan cepat habis perlindungannya. Lain halnya jika, teknologinya sulit dan rumit untuk ditiru maka perlindungan rahasia dagang masih memungkinkan untuk dipilih. Itu pun tidak semua teknologi bisa cocok di rahasia dagangkan. Sebagai contoh, teknologi alat, dengan kecepatan dan kemajuan teknologi saat ini maka semua pihak khususnya yang ahli di bidangnya akan sangat mudah meniru dan merekasaya ulang alat yang sudah ada. Mungkin yang relative sulit dilakukan rekayasa ulang adalah aspek know how dari suatu proses atau komposisi yang memang tidak kasat mata sehingga perlu usaha ekstra pihak lain dalam memperoleh suatu proses atau komposisi yang mendekati atau mirip.

 

 

PATEN VS DESAIN INDUSTRI

desain-industri

PATEN VS DESAIN INDUSTRI

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

Seringkali para inovator yang menghasilkan karya inovatif masih dilanda kebingungan kira-kira perlindungan apa yang cocok katas hasil karyanya. Hasil karya yang dimaksud apakah tepat dilindungi dengan paten atau desain industri atau keduanya? Perlindungan yang tepat tentu akan memastikan perlindungan hukumnya sesuai dan tentu saja aspek bisnis yang akan dicapai juga sesuai harapan. Salah memilih jenis perlindungan artinya tidak akan memperoleh manfaat secara tepat juga. Sebagai contoh misalnya hasil karya yang paling tepat dilindungi dengan paten namun dilindungi dengan desain industri, artinya objek karya tersebut artinya belum atau sama sekali terlingkupi perlindungan hukumnya secara tepat. Permohonan yang dimintakan juga pasti akan ditolak karena tidak sesuai peruntukannya. Maka dari itu, penting sekali pelaku inovator yang memang sedari awal ingin membawa karyanya ke arah komersial untuk mampu memastikan keamanan dan ketepatan hukum perlindungan kekayaan intelektualnya secara tepat.

Paten adalah salah satu jenis kekayaan intelektual yang menurut UU No. 13 Tahun 2016 melindungi invensi (penemuan) di bidang teknologi. Mudahnya karya bidang teknologi  yang dimaksud entah itu Produk atau Proses atau Pengembangan Produk atau Proses harus dan harus memiliki aspek fungsi teknis. Keunikan dan Keunggulan yang harus diungkapkan adalah hal-hal yang bersifat teknis dari teknologi tersebut. Sebagai contoh, produk berupa formula obat anti malaria maka yang dimaksud aspek teknisnya adalah bagaimana dan berapa formula obat anti malaria yang mampu memberikan efek penyembuhan dari penyakit malaria. Paten berupa proses pembuatan obat anti malaria artinya langkah-langkah seperti apa yang mampu menghasilkan obat anti malaria yang dinilai secara teknis efektif dan memberikan efek penyembuhan yang lebih baik.

Sedangkan Desain Industri adalah jenis kekayaan intelektual yang menurut UU No. 31 Tahun 2000 melindungi suatu kreasi bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. Jadi, yang perlu ditekankan dari perlindungan desain industri adalah keunikan dan keunggulannya adalah dari aspek estetika (penampilan estetik/keindahan). Kesan estetika disini adalah untuk daya tarik semata dan bukan suatu yang memiliki efek atau fungsi teknis. Sebagai contoh produk berupa alat elektronik handphone jika yang dilindungi dan menjadi keunikan serta keunggulan adalah penampilan fisik luarnya maka yang paling cocok adalah desain industri. Sedangkan teknologi yang ada dalam handphone itu perlindungan yang paling cocok adalah paten. Perlindungan penampilan luar suatu produk tidak otomatis melindungi substansi teknologi dalam produk tersebut. Dengan kata lain, dalam suatu produk dapat dimungkinkan perlindungan hak kekayaan intelektualnya ada dua misalkan paten dan desain industri.

Baca Juga : Paten untuk Obat dan Terapi

Jika yang dilindungi hanya penampilan luarnya dalam bentuk desain industri saja maka produk tersebut akan “kebal” terhadap kemungkinan adanya pelanggaran desain industri. Namun, produk tersebut tidak akan “kebal” terhadap kemungkinan adanya pelanggaran paten atau jenis hak kekayaan intelektual lainnya. Ilustrasi di atas memberikan gambaran kepada pelaku ekonomi berbasis inovasi untuk mampu memberikan permohonan jenis hak kekayaan intelektual secara tepat dan sesuai kebutuhan. Sejauh produk tersebut “nyawa keunggulan dan keunikannya” ada dalam desain saja maka cukup perlindungan desain industri. Namun, jika  “nyawa keunggulan dan keunikannya” juga ada pada teknologinya atau bahkan ada pada nama “brand” produknya maka pilihan jenis hak kekayaan intelektual lain juga perlu menjadi pertimbangan prioritas untuk diproses pendaftarannya.

PELUANG PATEN UNTUK OBAT DAN TERAPI BERBASIS SUMBER DAYA GENETIK

obat terapi

PELUANG PATEN UNTUK OBAT DAN TERAPI BERBASIS SUMBER DAYA GENETIK

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

Metode terapi pengobatan memang dikecualikan dari patentabilitas, tetapi produk atau komposisi yang digunakan dalam metode tersebut dapat dipatenkan. Penemuan dalam bentuk produk atau bahan atau komposisi dalam bidang terapi pengobatan meliputi tiga kemungkinan yaitu produk atau komposisi baru yang memiliki fungsi teknis tertentu; penggunaan pengobatan pertama dari senyawa yang sudah dikenal; dan penggunaan pengobatan kedua dari senyawa yang sudah dikenal. Berkaitan dengan penggunaan baru dari senyawa atau bioaktif tertentu, UU No 13 Tahun 2016 Tentang Paten (UUP) menyatakan bahwa untuk penggunaan baru harus dari senyawa yang belum dikenal sebelumnya atau jika sudah dikenal harus memiliki perubahan struktur dan peningkatan khasiat bermakna.

Baca Juga : Sistem Pendaftaran Paten di Indonesia

Hal ini penting untuk menghindari terlalu lamanya pelindungan paten atas obat berbahan aktif senyawa tertentu. Misalkan senyawa X memiliki fungsi menurunkan demam dilindungi paten selama 20 tahun. Sebelum habis masa pelindungannya, senyawa X didaftarkan penggunaan baru untuk penurun hipertensi. Menurut ketentuan UUP, invensi yang seperti ini tidak dilindungi. Hal ini menunjukkan negara semakin memberikan keadilan dan akses kepada masyarakat untuk memperoleh akses obat berbahan dasar hayati serta mencegah itikad baik inventor untuk memperlama masa pelindungan namun dengan tidak ditunjukkan pembuktian ilmiah secara signifikan.

Suatu invensi harus dianggap dapat diaplikasikan dalam industri apabila dapat dibuat atau digunakan dalam jenis industri apapun. Metode pengobatan tubuh manusia atau hewan melalui tindakan bedah atau terapi atau diagnosa yang dipraktikkan pada tubuh manusia atau hewan tidak dianggap dapat diaplikasikan dalam industri meskipun hal ini tidak menghalangi pendaftaran paten obat yang akan digunakan dalam pengobatan atau diagnosa tersebut. Berkaitan dengan obat tradisional khususnya, yang memungkinkan untuk potensi mendapatkan paten adalah temuan senyawa bioaktif baru dari tanaman obat yang belum dikenal sebelumnya, efek farmakologi yang belum dikenal sebelumnya baik farmakologi modern maupun pengobatan tradisional, metode ekstraksi baru untuk mendapatkan senyawa bioaktif tertentu, sistem pembuatan obat baru yang belum dikenal sebelumnya, atau metode standardisasi senyawa-senyawa dari tanaman obat.