MEMAHAMI PRINSIP PERLINDUNGAN MEREK

merek

MEMAHAMI PRINSIP PERLINDUNGAN MEREK

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

Merek merupakan tanda yang membedakan barang atau jasa dari satu produsen dengan barang atau jasa yang sejenis yang diproduksi oleh produsen lain. Tanda yang menjadi identitas suatu produk inilah yang biasa disebut etiket merek yang menjadi acuan untuk pendaftaran merek. Tanda tersebut adalah murni kreativitas dari seseorang atau pihak untuk membuat suatu nama dagang atau merek yang unik, menarik, identitas yang memudahkan konsumen mengenal produknya dan tentu ssaja memiliki perbedaan dengan nama dagang atau merek atas produk sejenis yang lain. Kreativitas membuat tanda untuk produk dapat bersumber dari gambar, nama, kata, huruf, angka, warna, suara, bau, susunan warna, kombinasi dari unsur-unsur tersebut. Bahkan bentuk 2 atau 3 dimensi dari suatu produk yang menjadi identitas dari produk tersebut dapat didaftarkan sebagai merek. Misalnya, bentuk sebuah botol dapat menjadi identitas dari produk kemasan botol yang bersangkutan untuk membedakan dengan produk sejenis dari pihak lain.

Mengacu pada UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis, memuat prinsip dan ketentuan bahwa perlindungan hukum atas merek adalah selama kurun waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang. Hal ini tentu menguntungkan pelaku bisnis bahwa selama merek tersebut secara bisnis menguntungkan maka pelaku usaha yang memiliki merek tidak perlu khawatir akan kadaluarsanya perlindungan merek selama pelaku usaha tetap melakukan perpanjangan merek setiap 10 tahun. Merek adalah satu-satunya jenis HKI yang memberikan kesempatan untuk memperpanjang masa perlindungan hukumnya.

Baca Juga : (HKI) Sebagai Aset Tak Berwujud Untuk Kegiatan Perdagangan

Prinsip lain adalah perlindungan merek diprioritaskan kepada pihak yang paling dahulu mendaftar (first to file) kecuali ada pihak lain yang dapat membuktikan sebaliknya. Hal ini perlu dicermati para pelaku bisnis untuk tidak terlena mendaftarkan merek sebagai salah satu prioritas awal saat memulai usaha daripada akan mengalami permasalahan merek di kemudian hari yang akan berdampak pada kelangsungan usahanya. Tidak sedikit kasus sengketa merek terjadi karena permasalahan pada titik pokok kebaruan sebuah etiket merek.

Tidak sedikit permohonan merek ditolak atau permohonan merek dianggap meniru karena memuat unsur persamaan pada pokoknya pada bentuk, cara penempatan, cara penulisan atau kombinasi antara unsur, maupun persamaan bunyi ucapan dengan merek terdaftar yang sudah ada khususnya pada kelas yang sama atau menyerupai merek terkenal. Oleh karena itu, pelaku usaha atau pemohon merek saat akan mendaftarkan merek, dianjurkan untuk melakukan penelusuran merek yang sudah terdaftar sehingga potensi membuat kebaruan masih relatif besar. Dengan demikian, maka akan mengurangi risiko permohonan merek ditolak oleh pemeriksa merek dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Penelusuran kebaruan yang dilakukan sejak awal membuat etiket merek sebelum pendaftaran juga akan memperkaya inspirasi ide terkait unsur-unsur merek yang sudah didaftar sehingga akan memberikan kesempatan pemohon merek yang baru untuk membuat modifikasi, mengembangkan merek dengan unsur yang unik (memiliki daya pembeda) namun tetap menarik dan mudah dipahami oleh konsumen.

Teknik penelusuran merek disamping membutuhkan pengetahuan hukum seputar merek juga jam terbang dan skill mumpuni dalam menganalisis kebaruan sebuah ajuan merek. Rumah Paten dengan dukungan sumber daya manusia khususnya di bidang analisis hak kekayaan intelektual yang teruji secara kompetensi dan pengalaman, akan menjadi solusi yang tepat bagi pelaku bisnis yang hendak memperoleh perlindungan merek.

 

Perbedaan Simbol Merek dari ©, ™, dan ® Pengusaha Harus Tahu

Apa saja perbedaan simbol merek C (©), TM (™), dan R (®)? Ketiga simbol merek tersebut sering kita jumpai di logo, brand, barang, dan produk lainnya. Sebenarnya, simbol ini mengisyaratkan beberapa informasi untuk konsumen.

Dengan adanya simbol tersebut, mengindikasikan bahwa logo, brand, barang, dan produk lainnya tersebut adalah bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Yang mana tidak boleh sembarangan orang lain tiru atau gunakan, terlebih untuk tujuan komersial.

Perbedaan Simbol Merek C, TM, dan R

Melihat dari bentuknya saja sudah berbeda, tentunya antara ketiga simbol itu punya arti dan makna yang berbeda pula. Berikut ini penjelasan masing-masing simbol merek.

1. Arti Simbol C/Copyright

Simbol C artinya hak cipta, merupakan sebuah hak eksklusif dari pencipta (logo, foto, hingga karya seni). Hak ini mengacu pada prinsip deklaratif, yang mana sebelumnya tidak pernah ada yang menggunakan karya itu. Jadi siapa pencipta pertamanya, akan mendapatkan hak copyright ini.

Masa berlaku untuk simbol merek C (©) ini berlaku seumur hidup bagi penciptanya, bahkan masih berlaku selama 70 tahun setelah penciptanya itu meninggal dunia. Dengan kata lain, simbol copyright yang melekat pada karya masih bisa digunakan oleh pemegang hak cipta yang sah meskipun penciptanya meninggal.

Guna afirmasi bahwa Anda adalah pemegang hak cipta yang sah, harus melakukan pengajuan pencatatan ciptaan ke menteri melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

2. Arti Simbol TM/Trademark/™

Simbol TM artinya merek dagang (trademark), merupakan sebuah tanda yang membedakan hasil produksi antara seseorang/badan usaha satu dengan lainnya dalam usaha perdagangan. Unsur seperti grafis 2 dimensi, grafis 3 dimensi, suara, hologram, hingga kombinasi antara 2 atau lebih unsur tersebut bisa masuk ke dalam trademark.

Perbedaan simbol merek TM/™ umumnya dimiliki oleh pengusaha baru, yang belum atau sedang melakukan pendaftaran merek dagang. Sehingga trademark juga berfungsi sebagai informasi bahwa unsur-unsur dalam proses branding sudah menjadi merek dagang dari hasil produksi (barang/produk) tersebut.

Sayangnya, simbol TM ini bukanlah sebuah bentuk perlindungan, merek dagang hanya akan mendapat payung hukum jika sudah terdaftar dan punya sertifikat merek. Oleh sebab itulah, Anda sebagai pengusaha yang sudah menggunakan simbol ini, sebaiknya segera mengajukan permohonan pendaftaran merek.

3. Arti Simbol R/Registered

Simbol R artinya sudah terdaftar (registered), merupakan simbol yang pelaku usaha gunakan setelah terdaftar dalam Daftar Umum Merek di DJKI. Dengan kata lain, simbol R mempunyai kekuatan dan perlindungan hukum atas merek datang tersebut.

Perbedaan simbol merek C, TM, dan R terletak pada fungsi dan bidangnya. C atau copyright mengarah pada hak cipta, sedangkan TM atau trademark dan R atau registered lebih mengarah pada merek dagang.

Untuk menjadi merek dagang registered dan bisa menggunakan simbol ®, Anda sebagai pengusaha harus melakukan pendaftaran lebih dulu dengan melampirkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan. Tahap setelah sudah lolos secara formalitas serta tidak ada yang mengajukan keberatan, maka lanjut ke tahap pemeriksaan substantif.

Jika pemeriksaan substantif mendapat keputusan bisa daftar, maka DJKI akan mendaftarkan merek dagang dan menerbitkan sertifikat merek untuk Anda sebagai pemohonnya. Mempunyai simbol merek sangat penting, agar memperoleh perlindungan hukum yang sah. Itulah beberapa perbedaan simbol merek C, TM, dan R semoga bermanfaat!

Cara Mengukur Apakah Merek Kita Sama Dengan Merek Lain

Merek Sama atau Tidak

Saya sudah lama berkutat dengan urusan pendaftaran Merek. Setidaknya lebih dari satu dekade lebih saya bolak balik ke Direktorat Merek sejak masih di Tangerang hingga Kuningan Jakarta Selatan.

Problematika klasik yang sejak dulu selalu ada bagi Pemohon Merek adalah, “Bisa tidak Merek saya didaftarkan?” Pertanyaan selanjutnya: “Bisa cepat atau tidak prosesnya?”.

Pemohon umumnya tidak peduli tentang aturan Pendaftaran Merek karena umumnya dianggapnya bertele-tele dengan urusan pasal Undang-undang Merek yang dianggap rumit dan membingungkan. Padahal setiap warganegara wajib memahami hukum yang berlaku di negara Indonesia, termasuk Undang-undang tentang Merek.


Baca Juga: Cara Cek Merek yang Sudah Terdaftar di HKI


Ada 5 urutan cara pengujian apakah Merek yang ingin kita daftarkan dapat dapat dikatakan sama dengan Merek yang telah terdaftar atau yang terlebih dahulu diajukan oleh Pihak lain?

  1. Cek fonetik search

  • Apakah ada Merek yang sama atau menyerupai secara bunyi ucapan? Misal: Pencarian Merek huruf konsonan sama seperti V dengan F atau P.
  1. Cek logonya atau gambarnya (jika ada)

  • Apakah logo atau gambar etiket Mereknya sama atau sama secara pokoknya dengan Merek terdaftar atau lebih dahulu diajukan? Ingat kadangkala Pemohon Merek suka “curang” dimana secara penulisan berbeda tetapi secara logo atau gambar pada Merek tersebut sama.
  1. Cek jenis barang atau jasanya

  • Jika kedua pengujian sebelumnya mengarah adanya persamaan, selanjutnya tinggal mengecek apakah barang atau jasanya sama atau serupa dengan Merek yang telah terdaftar atau yang terlebih dahulu diajukan oleh Pihak lain. Jika berbeda Anda masih punya kesempatan untuk didaftarkan.
  1. Cek arti di google translate

  • Salah satu yang bisa membedakan jika kedua Merek yang diperbandingkan memiliki makna yang berbeda.
  1. Cek secara visualnya atau first impression.

  • Terakhir dilakukan pengujian penampakan jika diperbandingkan kedua contoh etiket Merek yang ada.

Baca Juga: Cara Daftar Merek Dagang Terbaru Dapatkan Di Sini


 

Yang penting juga posisikan diri Anda sebagai Pemilik Merek terdaftar atau Merek yang lebih dulu diajukan, apakah Anda rela Pihak lain mendaftarkan Merek yang sama dengan Merek kita?

Apabila atas dasar kelima pengujian tadi calon Pemohon Merek menemukan Mereknya tidak ada yang sama dengan Merek yang telah terdaftar atau yang terlebih dahulu diajukan oleh Pihak lain, maka silakan Anda mengajukan Permohonan Merek baik diajukan secara mandiri atau melalui jasa konsultan kekayaan intelektual resmi. Silakan cek keberadaan kami di http://pdkki.dgip.go.id/index.php/pages/index_.

Jasa Daftar Merek UMKM Murah

Rumah Paten hadir sebagai Jasa Konsultan HKI yang mencakup Jasa Daftar Merek, Paten, Hak Cipta, dan Desain Industri Murah untuk UMKM dan Non UMKM.
Ditangani langsung oleh Konsultan HKI Terdaftar yang berpengalaman mendaftarkan lebih dari 350 merek dagang.

Dapatkan konsultasi gratis mengenai merek dagang atau daftar merek via online sekarang juga!