Memulai Bisnis Online, Apa yang Pertama Kali Harus Dilakukan?

tutorial lengkap memulai bisnis online

Apabila Anda ingin memulai sebuah bisnis online, dan Anda bingung apa yang pertama kali harus dilakukan maka Anda berada di tempat yang tepat.

Kami sajikan secara ringkas dan padat berbagai hal inti yang harus Anda lakukan yaitu:

  1. Memantapkan Niat
  2. Mengetahui Kebutuhan Pasar
  3. Mengetahui Gambaran Pesaing yang Ada
  4. Mengetahui Sumber Daya yang Kita Miliki
  5. Ceklis Setup Awal Bisnis Online
    1. Buat Logo
    2. Daftar Merek
    3. Berjualan di Market Place
    4. Berjualan di sosial media
    5. Buat Landing Pages
    6. Datangkan Pengunjung
      1. Organik
      2. Berbayar
  6. Terus Belajar dan Melakukan Networking
  7. Terus Berdoa dan Bertawakkal

1. Memantapkan Niat

Buat sobat Rumah Paten semua, sedikit curhat, bagi Saya niat adalah yang pertama dan paling utama. Karena kita akan dinilai sesuai apa yang kita niatkan.

Banyak sekali niat baik atau orang biasa menyebutnya sebagai motivasi yang dapat ditumbuhkan saat memulai bisnis online diantaranya:

    • Menjaga kehormatan atau harga diri supaya kita tidak meminta meminta kepada orang lain
    • Memenuhi kebutuhan keluarga terutama anak dan istri
    • Membantu dan membahagiakan orangtua
    • Membantu keluarga, kerabat, kolega hingga masyarakat pada umumnya
    • Berniat untuk menggunakan kekayaan kelak dalam berbagai kebaikan seperti membangun tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan sebagainya

2. Mengetahui Kebutuhan Pasar

Nah selanjutnya kita harus tau nih apa yang sedang menjadi kebutuhan banyak orang. Jangan sampai kita ngotot mati-matian membangun suatu produk, padahal tidak ada yang membutuhkannya.

Cara nya gimana ya? Nah tenang aja ini beberapa cara melihat kebutuhan pasar di Internet.

  • Cari di Google Trends

    Google Trends adalah alat gratis dari Google untuk kita mengetahui dan membandingkan tren terhadap kata kunci apa saja yang kita masukkan.

Dalam hal ini kaitannya dengan memulai bisnis online maka Anda dapat mengetikkan beberapa pilihan produk yang sudah ada di benak Anda untuk mengecek manakah yang paling banyak peminatnya. Contohnya adalah sebagai berikut

Google Trends

Tutorial yang lebih lengkap bisa Anda tonton di sini ya:

  • Google Keyword Planner

Selanjutnya Anda bisa menggunakan Google Keyword Planner guna mengetahui apa sih variasi kata kunci yang orang ketik di Google untuk mendapatkan produk tersebut. Dengan begitu Anda mendapatkan gambaran lebih mendalam terkait kebutuhan konsumen dan pola perilakunya

Ini contoh jika kita menggunakan Google Keyword Planner

google keyword planner

Tutorial lengkap penggunaannya:

  • Cek di Buzzsumo

Nah kalau Buzzsumo ini berguna untuk mengetahui terkait produk yang kita inginkan itu bagaimana sih kondisi nya di internet secara lebih spesifik mulai dari website, sosial media, hingga youtube, apa konten yang paling ramai membahas hal tersebut, berapa banyak yang likes dan komen, berapa banyak yang men-share sehingga kita makin mengetahui apa yang perlu kita siapkan untuk menjawab kebutuhan customer kita tentang produk tersebut. Contohnya seperti ini nih Sobat Rumah Paten:

buzzsumo

3. Mengetahui Gambaran Kompetitor yang Ada

Selanjutnya setelah kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pasar, apa yang banyak dibicarakan, konten seperti apa yang viral berikutnya kita perlu untuk mengetahui sejauh mana pesaing kita sudah berbuat.

Lihat pesaing kita apa yang sudah mereka lakukan yang berhasil membuat pelanggan puas, dan sebaliknya yang tidak kalah penting yaitu mengetahui apa yang belum mereka lakukan yang membuat pelanggannya mengeluh.

Saya beri tips jitu nya yang paling utama harus dicek dulu sebelum mengecek yang lain yaitu:
Cek Review Google My Business dari beberapa pesaing.

Kalau ditanya mengapa paling penting?

Jawabannya karena review dari pelanggan adalah suatu yang riil apa yang dirasakan pelanggan ketika menggunakan suatu produk. Jadi kita benar-benar mengetahui apa yang perlu kita lakukan dan apa yang jangan sampai kita lakukan. Itu merupakan fondasi yang penting untuk menentukan berbagai langkah selanjutnya.

Sebaliknya kalau kita mulai dengan mengecek profil sosial media terlebih dahulu, jika fondasi pengetahuan kita terhadap produk tersebut belum kuat bisa terjadi bias.

Bias yang dimaksud seperti ini,

Misal kita melihat bahkan suatu brand besar di Instagram nya meluncurkan suatu produk/layanan baru, mungkin dari kita sudah langsung punya mindset “Oh bagus nih berarti, saya bikin juga ah”.

Padahal brand tersebut juga masih testing dan belum tentu hasil dan pelayanannya bagus.

Adapun dengan melihat review maka kita melihat apa yang sudah jelas berhasil dan apa yang sudah jelas gagal.

Tips Cara Jitu Mempelajari Review Google My Business

  • Mempelajari Apa yang Berhasil dengan melihat yang bintang 5

google my business review berhasil

  • Mempelajari Apa yang Belum Berhasil dengan melihat review yang bintangnya rendah

google my business review gagal

  • Mempelajari media sosial kompetitor

instagram janji jiwa

Hal-hal yang bisa dipelajari dari sosial media kompetitor kita biasanya Instagram:

  • Format penulisan bio
  • Apa saja konten di Highlight Stories 
  • Apa saja konten Stories nya
  • Berapa kali sehari update stories 
  • Jam update stories
  • Apa saja konten feed nya
  • Berapa hari sekali update feed
  • Jam berapa update feed
  • Penulisan caption nya
  • Hashtag yang digunakan

GRATIS: Template Analisa Kompetitor 

template analisa kompetitor

Download Template Analisa Kompetitor di Sini

4. Mengetahui Sumber Daya yang Kita Miliki

Kita perlu mengetahui sumber daya yang kita miliki sejauh sumber daya atau modal yang kita punya.

Kaitannya adalah untuk menentukan berbagai hal seperti

  1. Sistem produksi barang, apakah:

    A. Memproduksi/membuat sendiri produknya

    Jika Anda memiliki dana untuk membeli atau sudah ada sumber daya untuk produksi maka produksi/membuat barang sendiri dapat dipertimbangkan.
    Karena dengan memproduksi barang sendiri umumnya Anda akan mendapatkan margin keuntungan yang lebih tinggi dibanding menjual ulang barang orang.

Namun hal itu harus dihitung kembali sesuai bidang usaha masing-masing, karena margin tinggi tersebut bisa jadi kita dapatkan dengan menekan biaya produksi jika membeli bahan baku dengan jumlah besar yang tidak semua orang bisa melakukannya di awal.

Berpikir untuk kerjasama dengan orang lain agar punya modal lebih besar?
Baca artikel tentang permodalan dan pembagian keuntungannya disini https://www.jurnal.id/id/blog/permodalan-dan-cara-pembagian-keuntungan-pada-sistem-bagi-hasil/

B. Menjual produk orang lain dengan skema reseller atau dropshipper

Apabila kondisi Anda belum memungkinkan untuk memproduksi barang Anda sendiri, maka Anda dapat menjual produk orang lain terlebih dahulu.

Sistem menjual produk orang lain umumnya terbagi menjadi dua yaitu:
1. Reseller
2. Dropshipper

Reseller adalah menjual produk orang lain dengan membeli barang tersebut terlebih dahulu.

Sedangkan Dropshipper adalah menjual produk orang lain tanpa membeli barang tersebut terlebih dahulu, alias barang langsung dikirim dari pemilik barang

Sebagaimana dijelaskan oleh Slalu.com, kelebihan dan kekurangan Reseller & Dropshipper adalah:

Reseller
Kelebihan:

  1. Bisa dengan cepat mengetahui jumlah stok barang
  2. Bisa menjual barang lewat toko fisik
  3. Biasanya margin keuntungan lebih besar karena membeli barang dengan jumlah banyak

Kekurangan:

  1. Butuh modal yang lebih dibanding dropshipper
  2. Harus mengemas dan mengirim sendiri produknya
  3. Menanggung resiko kerugian barang

Dropshipper

Kelebihan:

  1. Tidak perlu modal untuk membeli stok barang
  2. Tidak perlu mengemas dan mengirim barang saat ada pesanan
  3. Tidak menanggung kerugian jika barang tidak habis melewati masa kadaluarsa karena tidak membeli stok barang

Kekurangan:

  1. Margin keuntungan lebih kecil dibanding Reseller
  2. Biasanya tidak mengetahui stok barang secara update sehingga perlu bertanya kepada supplier

2. Menentukan lokasi usaha, apakah:

A. Membuka toko offline untuk penjualan
Jika Anda memiliki dana yang cukup untuk membuka toko penjualan offline, perhatikan lokasi yang strategis yang ramai orang disitu lalu lalang untuk lihat-lihat dan mampir, tidak hanya ramai orang lewat dengan cepat alias ngebut.

Dengan membuka toko offline dengan lokasi yang strategis dan desain tempat yang memancing perhatian orang, Anda memiliki potensi pasar pembeli baru yang semakin besar seiring berjalannya waktu.

Apalagi sekarang jika Anda bekerjasama dengan GoFood dan Grab Food misalnya, ketika tempat Anda ramai dipenuhi driver ojek online maka orang akan penasaran dan mencoba produk Anda.

Daftar Go Food Disini

Daftar Grab Food Disini

B. Atau full penjualan melalui online

Jika dimulai dengan modal yang terbatas Anda bisa memulai usaha dengan memanfaatkan rumah sebagai tempat produksi atau penyimpanan.

Saat ini pasar untuk berjualan online sudah sangat luas walaupun Anda hanya usaha dari Rumah saja.

Anda bisa melakukan kerjasama dengan ekspedisi yang siap menjangkau pengiriman se-Indonesia.

Bahkan ada lagi yang lebih istimewa loh.

Ekspedisi tersebut dapat membantu Anda untuk memberikan layanan COD (Cash on Delivery) kepada Customer.

Loh bagaimana caranya? 

Ya, jadi customer membayar kepada kurir dengan uang tunai saat barang sampai.

Pembayaran dari berbagai customer selama seminggu kemudian direkap oleh pihak ekspedisi dan dikirim ke rekening kita pemilik usaha tentunya setelah kita mengkonfirmasi nominalnya sesuai.

Diantara jasa ekspedisi yang menerima layanan COD adalah Ninja Xpress dan SAP Express.

5. Ceklis Setup Awal Bisnis Online

1. Buat Logo

Logo merupakan suatu identitas dari usaha Anda sebagai pembeda dari kompetitor.

pembuat logo canva

Saat ini Anda dapat membuat logo dengan mudah melalui berbagai platform di Internet seperti Canva

2. Daftar Merek Dagang

Setelah Anda mempunyai logo sebagai identitas, segera daftarkan identitas usaha Anda tersebut untuk mendapatkan perlindungan Hak Merek dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia.

Serba – serbi merek dagang hingga tata cara pendaftarannya baca di artikel:
Daftar Merek Dagang Mudah Kok, Baca Disini

tutorial daftar merek dagang

3. Berjualan di Marketplace

Sudah tidak asing lagi Market Place seperti Shopee, Tokopedia dan Bukalapak merupakan tempat orang membeli berbagai kebutuhan sehari-seharinya.

Maka jangan sampai Anda melewatkan untuk menjangkau pasar yang ada di sana.

Pelajari lebih lanjut tentang hal yang perlu diperhatikan sebelum jualan di Market Place.

4. Berjualan di Sosial Media

Sosial media merupakan tempat orang menghabiskan waktunya setiap hari.

Hasil penelitian We Are Social Hootsuite pada Januari 2019, pengguna sosial media di Indonesia mencapai 150 juta atau setara 56% dari total populasi.

Adapun menurut laporan Digital 2020, ini dia urutan sosial media yang paling aktif di Indonesia

pengguna sosial media

Nah apa saja ya tips buat berjualan di media sosial? Baca selengkapnya di 7 Tips Pemasaran di Media Sosial

5. Membuat Website

Website merupakan aset yang sangat penting untuk setiap usaha terkait mengelola dan mengoptimalkan database customer yang sangat berharga bagi kita.

Dengan memiliki website sendiri kita dapat mengetahui gambaran customer kita secara detail mulai dari jenis kelamin, usia, asal, gadget yang digunakan, hingga waktu dan kebiasaan yang dilakukan di website kita secara detal.

Mungkin banyak orang menyangka membuat website sulit karena perlu kemampuan IT yang tinggi. 

Namun jangan khawatir, sekarang banyak sudah platform yang menyediakan pembuatan website tanpa perlu kita memerlukan kemampuan coding atau programming.

Adapun garis besarnya, berikut ini langkah-langkah dalam membuat website:

1.1 Langkah 1: Tentukan Tujuan Pembuatan Website

1.2 Langkah 2: Tentukan Platform Website

1.3 Langkah 3: Register Hosting dan Nama Domain

1.4 Langkah 4: Instalasi dan Pengaturan Website

1.4.1 Instal Sertifikat SSL

1.4.2 Instal WordPress

1.4.3 Pengaturan Website

2 ★ Tips & trik khusus: Backup dan Recover Data

3 Simpulan

6. Datangkan Pengunjung ke Website

Sudah dimaklumi bahwa membuat website saja tidak cukup. Kita butuh pengunjung yang akhirnya berpotensi menjadi pembeli dari produk atau jasa yang kita tawarkan.

Terdapat 2 metode mendatangkan pengunjung ke website yaitu metode organik dan berbayar.

Metode organik adalah bagaimana caranya agar kita tidak perlu membayar ke penyedia layanan seperti Google, namun kita tetap tampil di halaman pertama dan mendapatkan banyak traffic. Metode ini memerlukan waktu yang lama namun jika sudah berhasil maka terbayarlah perjuangan Anda.

Metode berbayar adalah bagaimana caranya kita tampil di halaman pertama namun kita perlu membayar ke penyedia layanan seperti Google. 

Kelebihan dari metode ini adalah instan, ketika kita membayar maka kita akan langsung muncul di halaman pertama Google. 

Namun kekurangannya kita harus terus membayar agar kita tampil di halaman pertama, jika kita berhenti membayar, maka kita berhenti tampil di halaman pertama dan mendapatkan pengunjung.

1. Organik

Mendapatkan pengunjung secara organik ke sebuah website biasa disebut dengan teknik SEO atau Search Engine Optimization. Teknik ini dapat menampilkan website Anda di halaman pertama ketika orang mencari kata kunci yang terkait dengan website Anda, tanpa Anda perlu membayar ke Google.

Contohnya kurang lebih seperti ini

contoh hasil SEO

Teknik tersebut dilakukan dengan meningkatkan kualitas website secara keseluruhan baik dari segi teknis, konten, maupun otoritas website.

Segi teknis berkaitan dengan bagaimana membuat website agar mudah dikenali oleh Google dan ringan diakses oleh pengguna dengan mempercepat website dan meminimalisir error yang terjadi.

Segi konten berkaitan dengan bagaimana website dapat memproduksi berbagai konten yang sesuai dengan kebutuhan target pengunjungnya.

Segi otoritas berkaitan dengan bagaimana sebuah website dianggap memiliki otoritas atau reputasi dan kredibilitas yang baik oleh pengguna dan oleh Google, biasanya dengan mempromosikan konten-konten yang ada ke berbagai endorser yang relevan dengan konten tersebut.

Teknik SEO ini memerlukan waktu yang cukup lama bagi website baru, sekitar 6 bulan – 1 tahun agar bisa merasakan hasilnya.

Namun jika kita sudah merasakan hasilnya maka akan lebih sustain dibanding teknik berbayar. Artinya kita akan tetap mendapatkan traffic pengunjung tanpa kita membayar ke Google sebagaimana telah dijelaskan di awal.

Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut teknik SEO ini. Banyak loh yang ngasih pembelajarannya secara gratis.

Kursus SEO SEMRush (Bahasa Inggris)

Kursus SEO MOZ (Bahasa Inggris)

2. Berbayar

Untuk mendapatkan pengunjung website berbayar dapat dilakukan dengan melakukan beriklan di Google (Google Ads).

Dengan beriklan di Google, website Anda akan muncul di halaman pertama langsung setelah iklan diseting dan dibayarkan.

Munculnya kurang lebih seperti ini

contoh hasil google ads

Untuk belajar mengenai Google Ads, Google sendiri sudah menyiapkan pembelajaran tersistemnya, langsung aja akses di sini:

skillshop google ads

https://skillshop.exceedlms.com/student/catalog/list?category_ids=53-google-ads

6. Terus Belajar dan Melakukan Networking

Nah jangan lupa untuk terus belajar ya teman-teman.

Cara terus belajar yang paling efektif adalah dengan mengikuti komunitas.

Karena dengan mengikuti komunitas kita bisa mendapatkan berbagai jalan pintas berdasarkan pengalaman orang-orang yang telah jauh lebih berpengalaman dibanding kita.

Di antara komunitas yang berisi para praktisi Digital Marketing khususnya SEO adalah APSI (Asosisasi Praktisi SEO Indonesia)

7. Terus Berdoa dan Bertawakkal

Yang perlu kita yakini bahwa kita hanya berusaha, sedangkan hasilnya ada di tangan Yang Maha Kuasa.

Jadi jangan lupa untuk terus berdoa dan menyerahkan hasil usaha kita kepada Yang Di Atas sehingga hati kita lebih tenang dan siap menerima apapun hasil dari usaha yang telah kita lakukan.


Sekian artikel cara memulai bisnis online.

Jika kamu ada pertanyaan atau tanggapan, silakan isi ya di kolom komentar.

Terimakasih.