MEMAHAMI SISTEM PENDAFTARAN PATEN DI INDONESIA

pendaftaran paten

MEMAHAMI SISTEM PENDAFTARAN PATEN DI INDONESIA

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

Sistem pendaftaran Paten di Indonesia menganut sistem stelsel konstitutif yang artinya untuk mendapatkan pelindungan paten, maka invensi harus didaftarkan. Ketiadaan upaya mendaftarkan paten atas invensi maka invensi tersebut tidak akan mendapatkan perlindungan hukum. Berikut ini adalah tahapan pendaftaran paten menurut Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten :

 

Tahapan Permohonan Paten

Permohonan pendaftaran paten harus disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa si pemohon dengan disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Surat permohonan harus ditandatangi oleh pemohon sendiri dan harus disebut dalam surat berupa nama, alamat dan kebangsaan pemohon. Surat demikian harus dipenuhi pula apabila pemohon diajukan oleh seseorang yang bertindak bagi dan atas nama pemohon selaku kuasannya.

Tahapan Pengumuman

Pengumuman dilakukan dengan menempatkan dalam Berita Resmi Paten yang ditebritkan secara berkala oleh Direktorat Jenderal dan/atau menempatkannya pada sarana khusus yang disediakan oleh Direktorat Jenderal yang dengan mudah serta jelas dapat dilihat oleh masyarakat. Hal ini dilakukan oleh pemerintah guna memberikan kesempatan kepada masyarakat, apakah ada yang merasa keberatan terhadap invensi yang akan diajukan pelindungan paten.

Tahapan Pemeriksaan Substantif

Pemeriksaan substansif dilaksanakan oleh pemeriksa yang merupakan tenaga ahli yang sudah disiapkan oleh kantor Dirjen KI. Pemeriksaan juga dapat dilakukan oleh ahli yang berasal dari instansi lain melalui pengangkatan yang dilakukan oleh Menteri. Persetujuan atau Penolakan Permohonan Menteri memberikan untuk menyetujui atau menolak permohonan paling lama 30 (tiga puluh) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya surat permohonan pemeriksaan susbtantif apabila permohonan pemeriksaan substantif diajukan setelah berakhirnya waktu pengumuman.

Keputusan Persetujuan atau Penolakan Paten

Apabila terjadi keputusan penolakan paten, maka pemohon dapat mengajukan permohonan banding keberatan kepada komisi banding paten. Permohonan banding dapat dilakukan apabila pemohon paten keberatan terhadap keputusan penolakan permohonan oleh Dirjen HAKI. Permohonan banding dapat diajukan ke Komisi Banding Paten dengan tembusan yang disampaikan kepada Menteri. Upaya hukum selanjutnya apabila permohonan banding ditolak adalah mengajukan gugatan ke pengadilan niaga, dan bisa dilanjutkan ke upaya hukum Kasasi.

Baca Juga : Memahami dan Memperoleh Perlindungan Paten

Pemberian Sertifikat Paten

Sertifikat paten merupakan bukti hak atas paten yang didapat oleh pendaftar paten. Hak atas paten sebagaimana dimaksud ditentukan lingkup pelindungan berdasar invensi yang diuraikan dalam klaim. Hak atas paten merupakan benda bergerak tidak berwujud. Selain itu pelindungan paten dibuktikan dengan dikeluarkannya sertifikat yang berlaku surut sejak tanggal penerimaan.

 

 

Memahami dan Memperoleh Perlindungan Paten

paten

Memahami dan Memperoleh Perlindungan Paten

Oleh Ferianto, S.Si., M.H.

 

Seringkali kita membaca di media atau mendengar kalimat bahwa buku dipatenkan? Musik dipatenkan? Tarian dipatenkan? Sekilas nampak benar namun ternyata pemahaman tersebut salah. Paten ternyata jenis Perlindungan HKI yang melindungi karya di bidang teknologi. Objek selain teknologi maka tidak bisa dilindungi dengan paten. Paten adalah cabang HKI yang melindungi penemuan atau invensi di bidang teknologi dimana teknologi tersebut menawarkan adanya solusi pemecahan masalah teknis yang lebih baik daripada teknologi sebelumnya. Teknologi yang dimaksud dalam perlindungan paten dapat berupa Produk (komposisi, formulasi, sistem, alat) serta Proses atau metode (langkah kerja). Aspek lain yang perlu ditekankan adalah invensi yang akan dipatenkan haruslah yang diunggulkan dari sisi aspek fungsi teknisnya.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 telah menentukan dua jenis paten yaitu paten biasa dan paten sederhana. Paten biasa adalah paten yang melalui penelitian atau pengembangan yang mendalam dengan lebih dari satu klaim mandiri. Paten biasa dapat mencakup invensi untuk produk, proses, metode atau pengembangan dari produk/proses/metode. Suatu invensi dapat masuk menjadi paten biasa jika ketiga syarat paten terpenuhi. Sementara itu, paten sederhana dalam UUP baru mengalami perluasan cakupan pelindungan yang mana di UUP lama hanya mencakup produk berupa alat yang memiliki fungsi praktis, diperluas menjadi produk/proses/metode baik yang kasat mata atau tidak kasat mata asalkan memenuhi syarat kebaruan dan dapat diterapkan dalam industri. Paten sederhana biasanya adalah paten yang tidak membutuhkan penelitian atau pengembangan yang mendalam dan hanya memuat satu klaim mandiri serta lompatan fungsi teknisnya horizontal.

Baca Juga : Perlindungan HKI di Era 4.0

Syarat invensi dapat dilindungi paten terdapat di dalam Pasal 5-8 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016, paten diberikan untuk invensi yang baru (novelty),  mengandung langkah inventif (inventive step) serta dapat diterapkan dalam industri (industrial applicable). Selanjutnya, ketiga syarat tersebut dijelaskan sebagai berikut :

1). Novelty

Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten, suatu invensi dianggap baru pada intinya jika invensi tidak sama dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya baik di Indonesia atau di luar Indonesia dalam suatu tulisan, uraian lisan atau melalui peragaan, atau dengan cara lain yang memungkinkan seorang ahli untuk melaksanakan invensi tersebut sebelum tanggal penerimaan atau tanggal prioritas atau belum pernah menjadi pengetahuan umum (public knowledge) dan dipublikasikan.

2).  Invensi mengandung langkah inventif

Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten, suatu invensi yang mengandung langkah inventif harus memiliki efek teknis yang tidak mudah diduga oleh seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang teknik yang sama.

3).  Invensi dapat diterapkan dalam industri (industrial applicable)

Berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten, suatu invensi dapat diterapkan dalam industri jika invensi tersebut dapat dilaksanakan dalam industri sebagaimana diuraikan dalam permohonan paten. Jika invensi dimaksudkan sebagai produk, produk tersebut harus mampu dibuat secara berulang-ulang dengan kualitas yang sama, sedangkan jika invensi berupa proses, proses tersebut harus mampu dijalankan atau digunakan dalam praktik.

Merujuk pada penjelasan paten d atas, kunci inventor atau inovator dalam memperoleh perlindungan paten adalah melakukan penelusuran dokumen pembanding atas teknologi yang akan dibuat dan dikembangkan sehingga memperoleh gambaran jelas akan kebaruan dan kompetitor serta tren teknologi, melakukan analisis kelemahan dan kelebihan atas teknologi pembanding dan teknologi yang akan dikembangkan, melaksanakan riset dan pengembangan, melakukan permohonan paten, memperoleh perlindungan paten selama jangka waktu tertentu serta selama kurun waktu perlindungan dapat dilakukan proses komersialisasi paten yang telah didaftarkan.

 

Mudah! 5 Prosedur Pendaftaran Hak Paten, Baca Di Sini Sekarang

Cara Daftar Hak Paten Lengkap Step By Step

Pendaftaran Hak Paten, Emangnya Penting?

 

Pendaftaran Hak Paten

Pendaftaran Hak Paten merupakan hal yang penting jika Anda seorang penggiat teknologi, biasa menemukan invensi/penemuan. Apalagi mengingat dunia teknologi merupakan dunia yang mengalami perkembangan sangat cepat.

Hak Paten merupakan satu dari Kekayaan Intelektual yang dilindungi negara selain Merek Dagang, Hak Cipta, dan Desain Industri.

Apabila Anda tidak segera daftar hak paten, jangan menyesal jika suatu saat justru Anda dapat dituntut orang yang memproduksi ulang temuan Anda namun lebih dahulu daftar hak paten atas temuan yang sama daripada Anda.

Baca Juga : Tips Fotografi Produk Makanan Untuk Bisnis Kuliner

Contoh Hak Paten

 

Cara Mendaftarkan Hak Paten: Apa saja yang bisa didaftarkan?

Baca juga:Begini Cara Daftar Merek Dagang Untuk UMKM

Berdasarkan UU Paten, terdapat 3 syarat sesuatu penemuan dapat didaftarkan untuk mendapatkan hak paten yaitu:

  • Sesuatu yang baru
    Penemuan Anda belum pernah dipublikasi oleh media baik dalam maupun luar negeri.
  • Mengandung langkah inventif
    Bersifat inventif contohnya dengan
  • Dapat diterapkan dalam dunia industri

Contoh hak paten:

1. Contoh Hak Paten: Slide to Unlock Milik Apple

contoh hak paten slide to unlock

Hampir semua di antara kita sekarang menggunakan fitur slide to unlock pada Smartphone kita.

Ternyata teknologi itu pertama kali ditemukan oleh Apple dan mereka merupakan pemegang paten teknologi tersebut.

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Goole Sendiri

2. Hak Paten Atas Auronautika oleh J Habibie

contoh hak paten aeronautika habibie

Aeronautika adalah ilmu dalam pengkajian, perancangan, dan pembuatan mesin-mesin berkemampuan terbang, atau teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang dan roket di atmosfer.

Dan rakyat Indonesia perlu bangga karena teknologi tersebut ditemukan dan hak patennya dipegang oleh Presiden RI ke-3 yaitu BJ Habibie

3. Hak Paten Atas Cakar Ayam oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo
Dalam membangun rumah atau gedung diperlukan pondasi yang kuat. Diantara model pondasi yang terkenal kokoh adalah pondasi cakar ayam yang ditemukan dan dipegang hak patennya oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo

4. Hak Paten Atas Alat Pemindai (ECVT) Oleh Warsito

Salah satu teknologi yang digunakan dalam dunia kesehatan adalah Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). ECVT adalah alat pemindai tubuh yang dapat mendeteksi sekujur bagian tubuh mulai dari otak hingga bagian dalam tubuh. Teknologi ini ditemukan dan dipegang hak patennya oleh ilmuwan Indonesia bernama Warsito.

Baca Juga : Cara Pasang Iklan di Instagram Ini Dia Caranya

5. Hak Paten Atas Destination Biased Pada Apple

contoh hak paten destination based apple

Apple juga memiliki paten destination based. Dengan teknologi itu pengguna dapat menentukan langkah navigasi dalam bepergian secara lebih detail.

Pada perusahan apple mematenkan destination biased yang ada pada aplikasi apple maps. Untuk mengetahui cara kerjanya kurang lebih sama seperti Google Maps, yaitu pengguna akan mendapatkan arahan navigasi pada saat menjalankan aplikasi tersebut. Akan tetapi, ini masih kalah popularitasnya dengan Google Maps milik Google.

Baca Juga : Tips Fotografi Produk Minuman {Terlengkap}

Cek Hak Paten

 

Untuk apa Cek Hak Paten?

Nah fungsi melakukan cek hak paten adalah agar kita mengetahui apakah penemuan yang kita ingin daftarkan sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh orang lain atau belum.

Bagaimana caranya?

Gampang banget, tinggal masuk ke: https://pdki-indonesia.dgip.go.id/

website untuk cek hak paten

  • Pilih Paten pada kolom filter
  • Ketikkan kata kunci jenis paten yang ingin Anda cari

 

Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Paten?

 

Prosedur Pendaftaran Hak Paten

Sebagian rekan kami bertanya, “Bagaimana Cara Mendaftarkan Hak Paten?”

Cara Mendaftarkan Hak Paten sebenarnya sangat jelas kok teman-teman. Semuanya sudah diatur oleh prosedur yang ada.

Prosedur Pendaftaran Hak Paten memerlukan beberapa tahap. Agar lebih mudah dipahami, secara garis besar prosedur pendaftaran hak paten adalah sebagai berikut :

1. Pengisian Formulir Pendaftaran Hak Paten & Melampirkan Dokumen yang Diperlukan Untuk Pendaftaran Hak Paten
2. Cek Formalitas
3. Publikasi
4. Permohonan Pemeriksaan Substantif
5. Hak Paten Resmi Terdaftar

Baca Juga : 4 Cara Bikin Social Proof Biar Usaha Laris Manis

1. Mengisi Formulir Pendaftaran Hak Paten

Detail Formulir Pendaftaran Hak Paten adalah sebagai berikut:

1. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
2. Pemohon wajib melampirkan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran hak paten:
a. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa;
b. surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu;
c. deskripsi, klaim, abstrak: masing-masing rangkap 3 (tiga);
d. gambar, apabila ada : rangkap 3 (tiga);
e. bukti prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat), apabila diajukan dengan hak prioritas.
f. terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris : rangkap 2 (dua);
g. bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp. 1.250.000,- (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah); dan
h. bukti pembayaran biaya permohonan Paten Sederhana sebesar Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) dan untuk pemeriksaan substantif Paten Sederhana sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah);
i. tambahan biaya setiap klaim, apabila lebih dari 10 klaim:Rp. 40.000,- per klaim.
3. Penulisan deskripsi, klaim, abstrak dan gambar sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf c dan huruf d ditentukan sebagai berikut:
a. setiap lembar kertas hanya salah satu mukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan dan gambar;
b. deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau yang sejenis yang terpisah dengan ukuran A-4 (29,7 x 21 cm ) dengan berat minimum 80 gram dengan batas sebagai berikut:
– dari pinggir atas : 2 cm
– dari pinggir bawah : 2 cm
– dari pinggir kiri : 2,5 cm
– dari pinggir kanan : 2 cm
c. kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar);
d. setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab pada bagian tengah atas dan tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (1);
e. pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal) nomor dan ditempatkan di sebelah kiri uraian atau klaim serta tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (3);
f. pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm;
g. tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat ditulis dengan tangan atau dilukis;
h. gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak mengkilap dengan batas sebagai berikut:
– dari pinggir atas : 2,5 cm
– dari pinggir bawah : 1 cm
– dari pinggir kiri : 2,5 cm
– dari pinggir kanan : 1 cm
i. seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek, terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan;
j. setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten satu sama lain.
4 Pemohon datang ke Kantor Dirjen KI untuk menyerahkan berkas dan membayar biaya pendaftaran Hak Paten
a Biaya Pendaftaran Hak Paten untuk UMKM, Lembaga Penelitian, Litbang Pemerintah : Rp450.000,00

Melampirkan legalitas instansi, bagi UMKM dengan melampirkan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK)

b Biaya Pendaftaran Hak Paten untuk Non UMKM: Rp750.000,00

Baca juga: Daftar IUMK Online Mudah Banget, Lihat Caranya Di Sini

2. Cek Formalitas

Selanjutnya cara membuat hak paten adalah pengecekan dokumen permohonan yang Anda ajukan telah lengkap sesuai ketentuan Dirjen Kekayaan Intelektual

3. Publikasi

Tahapan cara membuat hak paten yang selanjutnya adalah menunggu publikasi dari Dirjen Kekayaan Intelektual
Publikasi tersebut berisi:

– Pengumuman paten yang lolos cek formalitas
– Diumumkan 18 bulan sejak tanggal penerimaan
– Setiap orang dapat melakukan banding secara tertulis terhadap paten yang telah diumumkan -banding disertai dengan alasan diajukan kepada menteri-
-Banding tersebut akan menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan substantif

Baca juga: Hak Ekonomi di Hak Cipta, Itu Apa Sih ?

4. Permohonan Pemeriksaan Substantif

Setelah masa publikasi berakhir, selanjutnya Anda perlu mengajukan permohonan pemeriksaan substantif diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dengan melampirkan bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Nah itu dia cara mengurus hak paten. Mudah kan?

5. Permohonan Paten Diterima dan Resmi Terdaftar

Setelah berbagai cara mengurus hak paten tersebut telah Anda lakukan berarti semua proses telah selesai. Maka akan terbit sertifikat hak paten sebagai bukti penemuan Anda resmi terdaftar di Dirjen Kekayaan Intelektual dan mendapatkan perlindungan dari negara. Selamat!

Baca Juga : Cara Mengecek Merek di HKI Gratis & Mudah | Terbaru 2021

Daftar Hak Paten itu Dimana ya?

 

Daftar Hak Paten dapat dilakukan dengan 2 cara:

  1. Daftar Hak Paten langsung ke kantor Dirjen Kekayaan Intelektual

    Daftar hak paten bisa dilakukan langsung ke kantor Dirjen Kekayaan Intelektual di setiap provinsi.

    Lihat alamat kantor DJKI setiap wilayah di sini:
    https://www.dgip.go.id/kantor-wilayah

  2. Daftar Hak Paten secara Online

Cara daftar hak paten online mudah sekali, begini caranya:

1. Membuat akun di paten.dgip.go.id

buat akun daftar hak paten online

2. Setelah selesai membuat akun, login, lalu pilih buat permohonan baru

buat permohonan paten baru secara online
3. Lengkapi semua data yang dibutuhkan

isi semua data permohonan paten online yang dibutuhkan

  • Data awal seperti jenis paten, data inventor (penemu)
  • Deskripsi permohonan paten dalam bahasa Indonesia
  • Klaim
  • Abstrak
  • Gambar invensi (PDF) dan gambar untuk publikasi (JPG)
  • Surat pernyataan kepemilikan invensi oleh investor
  • Surat pengalihan hak (bila inventor dan pemohon berbeda atau bila pemohon adalah badan hukum)
  • Surat kuasa (jika melakukan pengajuan melalui konsultan)
  • Surat keterangan UMK (jika pemohon adalah usaha mikro)
  • SK akta pendirian (jika pemohon adalah lembaga pendidikan atau litbang pemerintah)

5. Memproses pembayaran dengan klik pemesanan kode biling paten
6. Lakukan pembayaran dengan klik pemesanan kode biling subtantif
7. Tada! Permohonan Anda akan diproses oleh Dirjen Kekayaan Intelektual

Berapa Lama Proses Pendaftaran Hak Paten dan Masa Berlaku Perlindungannya?

 

Lama Pendaftaran Hak Paten
Proses Pendaftaran Hak Paten membutuhkan waktu biasa nya 3-6 tahun.

Sedangkan perlindungan nya berlaku selama 20 tahun

Ilustrasinya sebagai berikut:

  • Pengajuan : 1 Desember 2018
  • Publikasi : 1 Juni 2019 (Paling cepat) s/d 1 Desember 2020
    Jika pemohon langsung mengajukan pemeriksaan substantif di hari yang sama, maka
  • Paten terdaftar : 1 Desember 2023 (Paling lambat)
    (Sertifikat Terbit)
  • Masa Perlindungan : 1 Desember 2038 (20 tahun sejak tanggal pengajuan)

Beberapa ketentuan terkait perlindungan paten:

Setelah melakukan pengajuan paten -walaupun sertifikat belum terbit-, pemohon dapat memproduksi penemuannya sambil mengumumkan kepada khalayak umum bahwa pemohon sedang dalam proses pendaftaran paten. Hal ini biasa disebut dengan istilah pending patent.

Apabila ada pihak yang meniru penemuan dan memproduksi nya, pemohon tidak dapat mengajukan tuntutan sebelum sertifikat paten terbit. Setelah sertifikat terbit, barulah pemohon telah resmi menjadi pemilik paten dan dapat menuntut ganti rugi kepada pihak yang meniru penemuan.

Contoh : Jika ada pihak lain meniru penemuan dan memproduksi nya sejak 1 Januari 2020, pemilik paten dapat menuntut ganti rugi ke pengadilan setelah mendapatkan paten yaitu pada 1 Desember 2023. Namun jangan khawatir, dalam tuntutan tersebut pemilik paten dapat menuntut ganti rugi sejak penemuannya ditiru terhitung dari 1 Januari 2020.

Baca Juga: Bingung Memulai Bisnis Online? Lihat Tutorial Lengkapnya Di Sini

Biaya Hak Paten

 

Biaya pendaftaran hak paten

Terdapat beberapa jenis biaya dalam pengurusan Hak Paten yaitu:

 

Biaya Pengurusan Hak Paten

 

Dapatkan rangkuman mengenai uraian tentang Paten di atas dalam infografis di bawah ini:

Infografis Hak Paten

Download PDF: Infografis Serba-Serbi Hak Paten

Alternatif: Menggunakan Jasa Pendaftaran Hak Paten

Jasa Daftar Merek UMKM Murah

Rumah Paten hadir sebagai Jasa Daftar Paten Murah.
Ditangani langsung oleh Konsultan HKI Terdaftar yang berpengalaman mendaftarkan lebih dari 350 kekayaan intelektual.

Dapatkan konsultasi gratis mengenai hak paten atau daftar hak paten via online sekarang juga!

Keunggulan menggunakan Jasa Daftar Hak Paten

  • Efisiensi waktu dan tenaga, sehingga Anda dapat fokus untuk terus berkarya.
    Pendaftaran cukup dilakukan secara online via Whatsapp atau Website.
  • Anda akan mendapatkan saran secara keseluruhan dalam proses pendaftaran Hak Paten
  • Anda akan mendapatkan advokasi atau bantuan hukum apabila suatu saat Hak Paten Anda mengalami permasalahan hukum seperti diakui oleh orang lain.

Baca juga: Profil Konsultan HKI Terdaftar – Adnan Hardie


Sekian artikel mengenai Cara Daftar Hak Paten. Apabila Anda mempunyai pertanyaan mengenai Cara Daftar Hak Paten dan yang berkaitan dengannya, Anda dapat mengajukan nya pada kolom komentar di bawah ini yang akan dijawab oleh konsultan HKI terdaftar.

Apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan klik tombol share di bawah ini.

Terimakasih.